BMKG Imbau Wisatawan Waspadai Penurunan Suhu Ekstrem dan Fenomena Embun Upas di Dieng

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

SEMARANG, realitapublik.id — Para pelancong yang hendak berkunjung ke kawasan Dataran Tinggi Dieng diimbau untuk mewaspadai penurunan suhu udara yang cukup ekstrem. Berdasarkan pembaruan data terbaru dari lapangan, hamparan embun beku atau yang dikenal sebagai embun upas mulai menyelimuti wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Kamis (09/07/2026).

 

Imbauan resmi ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pihaknya meminta para wisatawan yang merencanakan kunjungan ke kawasan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, khususnya pada periode Juli hingga September, untuk mengantisipasi penurunan suhu yang memicu lahirnya fenomena unik sekaligus dingin tersebut.

Baca Juga :  Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

 

“Kami mengimbau wisatawan yang akan berkunjung selama periode Juni sampai September untuk menyiapkan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi setempat, seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Yoga Sambodo.

 

Menurut Yoga, suhu udara di kawasan dataran tinggi Dieng pada periode tersebut berpotensi merosot tajam hingga di bawah 0 derajat Celsius. Suhu ekstrem inilah yang kemudian membentuk butiran es di permukaan tanah dan tanaman, yang oleh masyarakat setempat populer dengan sebutan fenomena embun upas.

 

Secara klimatologis, Yoga menjelaskan bahwa tekanan udara pada periode Juni hingga September di Benua Australia cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Benua Asia. Kondisi ini memicu pergerakan angin dari Australia menuju Asia melewati wilayah Indonesia, yang umumnya menjadi penanda dimulainya periode musim kemarau seiring aktifnya Monsun Australia.

Baca Juga :  Diduga Langgar Kesepakatan dan Tarik Pungutan Karcis, Pelaksanaan Karnaval Desa Wonosari Menuai Protes Warga

 

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pada musim kemarau, tutupan awan di langit menjadi sangat minimum. Dampaknya, pada siang hari pancaran matahari akan terasa sangat terik yang diiringi dengan peningkatan suhu udara akibat tidak adanya objek di langit yang menghalau sinar matahari.

 

“Sama seperti pada siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan,” tambah Yoga.

Baca Juga :  Ditemukan Telantar di Terminal, Kapolres Pekalongan Kota Siap Jadi Ibu Asuh Bayi "Arya Junior"

 

Selain faktor langit yang bersih dari awan, kelembapan udara di wilayah pegunungan dan dataran tinggi terpantau cukup tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa udara di wilayah Dieng memiliki kadar air yang tinggi, sehingga saat suhu drop pada malam dan dini hari, uap air tersebut langsung membeku menjadi es.

 

BMKG memprakirakan bahwa fenomena embun upas di Dataran Tinggi Dieng ini akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus mendatang. Informasi mitigasi cuaca ini diharapkan dapat membantu para pelancong dalam mempersiapkan fisik serta perlengkapan yang memadai sebelum melakukan perjalanan. (*)

Penulis : Fery Eka Spt

Berita Terkait

Gadaikan Buku Rekening Desa demi Rp75 Juta, Kades Rejoso Kidul Terancam Dipolisikan
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat: Semburkan Lava Pijar Hingga 2 Km ke Arah Sungai Krasak
Ribuan Jamaah Siap Padati Pasuruan Malam Ini, Lantunan Simtudduror Bergema Menjelang Detik-Detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Presiden Prabowo Subianto Ambil 5 Langkah Taktis Tangani Karhutla di Kalimantan
Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya
Pria Lampung Utara Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Jejak Cairan Diduga Racun Tanaman
Dampingi Warga Terdampak Banjir Rob, Pejuang 24 Dorong Pemkab Pekalongan Prioritaskan Tiga Infrastruktur Utama
Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Gadaikan Buku Rekening Desa demi Rp75 Juta, Kades Rejoso Kidul Terancam Dipolisikan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat: Semburkan Lava Pijar Hingga 2 Km ke Arah Sungai Krasak

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Ribuan Jamaah Siap Padati Pasuruan Malam Ini, Lantunan Simtudduror Bergema Menjelang Detik-Detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto Ambil 5 Langkah Taktis Tangani Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Pria Lampung Utara Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Jejak Cairan Diduga Racun Tanaman

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Dampingi Warga Terdampak Banjir Rob, Pejuang 24 Dorong Pemkab Pekalongan Prioritaskan Tiga Infrastruktur Utama

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai

Berita Terbaru