JAKARTA, realitapublik.id – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan yang signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Senin (29/6/2026). Mata uang Garuda berhasil menekan pergerakan dolar AS ke kisaran level Rp17.800-an di awal pembukaan pasar.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, dolar AS terpantau melemah 0,12% ke posisi Rp17.922. Tak berselang lama, sekitar pukul 09.10 WIB, mata uang Paman Sam tersebut terus bergerak turun hingga menyentuh level Rp17.879 per dolar AS.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS terpantau bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Dolar AS tercatat menguat terhadap euro (EUR) sebesar 0,03%, terhadap yen Jepang (JPY) sebesar 0,01%, terhadap poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,02%, dan terhadap franc Swiss (CHF) sebesar 0,01%.
Namun, dolar AS justru melemah terhadap dolar Australia (AUD) sebesar 0,13% dan terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,04%.
Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan ini mendapat reaksi positif dari berbagai pihak. Tren positif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan konsisten menguat, baik terhadap dolar AS maupun mata uang asing lainnya, sehingga mampu memberikan dampak positif yang luas bagi stabilitas perekonomian Indonesia.
Penulis : Fery Eka spt







