JAKARTA, realitapublik.id — Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (05/08/2026) pagi. Mata uang Garuda berhasil meninggalkan level Rp18.000 per dolar AS seiring dengan tren positif pergerakan mata uang di kawasan Asia.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 08.28 WIB, nilai tukar Rupiah di pasar spot menguat 75 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp17.952 per dolar AS.
Pergerakan positif ini sejalan dengan mayoritas mata uang utama di kawasan Asia yang turut menguat terhadap dolar AS. Beberapa mata uang kawasan yang mencatatkan penguatan di antaranya:
Yen Jepang: naik 0,22%
Won Korea Selatan: naik 0,47%
Baht Thailand: naik 0,14%
Ringgit Malaysia: naik 0,13%
Peso Filipina: naik 0,08%
Dolar Singapura: naik 0,05%
Sementara itu, Yuan China terpantau bergerak stagnan, dan Rupee India mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,05 persen.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan Rupiah sepanjang perdagangan hari ini masih akan berfluktuasi. Namun, nilai tukar berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp18.030 hingga Rp18.080 per dolar AS di akhir sesi.
Penguatan Rupiah di awal perdagangan ini diharapkan memberikan sentimen positif bagi stabilitas ekonomi nasional serta menjaga laju inflasi tetap terkendali. Penguatan nilai tukar secara berkelanjutan menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
Penulis : Fery Eka spt
Editor : Chu






