Nilai tukar Mata Rupiah Diprediksi akan Lanjut Menguat pada Pekan Depan

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Jakarta, realitapublik.id – Nilai tukar rupiah (IDR) kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin depan, 20 Juli 2026.

 

Sebelumnya Pada perdagangan Jumat sore (17/7/2026) nilai tukar rupiah ditutup menguat 65 poin (0,36%) di level Rp 17.921/Dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.986/ Dolar AS.

 

“Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diperkirakan menguat di rentang Rp 17.870 – Rp 17.930 / Dolar AS,” kata  Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi” dalam keterangannya tertulis pada Jumat (27/7/2026).

 

Lebih lanjut Ibrahim assuaibi juga memprediksi nilai tukar rupiah pada perdagangan sepekan ke depan bergerak di antara level Rp 17.750 – Rp 18.050/ Dolar AS.

 

Lebih lanjut lagi Ibrahim Assuaibi memaparkan, rupiah diprediksi berlanjut menguat meski pasar global masih dibayangi sentimen tentang konflik yang terus berlanjut antara AS dan Iran di Timur Tengah. Seperti diketahui, konflik tersebut telah mendorong harga minyak mentah tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran naiknya inflasi.

 

“Harga minyak yang lebih tinggi berisiko mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve dengan meningkatkan kemungkinan bahwa inflasi tetap di atas target,”Kata Ibrahim Assuaibi”

 

Baru-baru ini, para pembuat kebijakan moneter AS telah berulang kali memperingatkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi akibat konflik di Timur Tengah dapat menekan prospek inflasi negara itu.

 

“Walaupun data inflasi konsumen dan produsen AS minggu ini menunjukkan penurunan tekanan harga yang mendasarinya, tetapi pasar sebagian besar mengabaikan data retrospektif tersebut di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi terbaru dapat membalikkan tren disinflasi,” Ujar Ibrahim Assuaibi”

 

Dari sisi internal, rupiah menguat setelah Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) periode kuartal II-2026, BI melaporkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal II-2026 berada di 12,97%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yakni 10,11%

 

Adapun Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) yang mencatatkan kinerja industri pengolahan berada di level 51,43% pada kuartal II/2026, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 52,03%.

 

Meningkatnya kegiatan usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Konstruksi, dan LU Pertambangan dan Penggalian sejalan dengan aktivitas usahanya, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sejalan dengan permintaan terjaga pada rangkaian periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan liburan sekolah pada triwulan II-2026.

 

Harapannya kedepan nilai tukar Mata uang Rupiah terhadap mata uang lainya terutama terhadap Dolar AS semakin menguat sehingga ekonomi Nasional stabil tentunya.

 

Dengan menguatnya Nilai tukar Mata uang Rupiah terutama terhadap Mata uang negeri Paman Sam Dolar AS maka ,secara otomatis akan terjadi Devaluasi jika hal tersebut terjadi maka ekonomi Nasional akan stabil tentunya.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Ombudsman Jateng Minta Pemda Proaktif Tangani Lansia Pekalongan yang Dicoret dari Bansos Akibat Isu Judol
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik
Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Nasional
Strategi Stabilisasi BI Berhasil, Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat terhadap Dolar AS
Rupiah Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Pasar Masih Pantau Konflik Timur Tengah dan Data Ekonomi AS
Rupiah Pagi Ini, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
KA Banyubiru Layani Rute Solo–Semarang PP, Cek Jadwal Keberangkatan dan Tarifnya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 02:51 WIB

Ombudsman Jateng Minta Pemda Proaktif Tangani Lansia Pekalongan yang Dicoret dari Bansos Akibat Isu Judol

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Strategi Stabilisasi BI Berhasil, Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat terhadap Dolar AS

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:24 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Pasar Masih Pantau Konflik Timur Tengah dan Data Ekonomi AS

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Pagi Ini, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:03 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

Senin, 27 Juli 2026 - 08:11 WIB

KA Banyubiru Layani Rute Solo–Semarang PP, Cek Jadwal Keberangkatan dan Tarifnya

Berita Terbaru