Rupiah Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Pasar Masih Pantau Konflik Timur Tengah dan Data Ekonomi AS

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id — Nilai tukar mata uang Rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Di pasar spot, mata uang Garuda tercatat menguat 0,15 persen ke level Rp17.897 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan terakhir, kurs rupiah spot secara kumulatif menguat 0,69 persen dari posisi Rp18.022 per dolar AS pada Jumat (31/07/2026) pekan lalu.

 

Berbeda dengan pasar spot, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di posisi stagnan pada level Rp17.913 per dolar AS. Kendati demikian, dalam kurun waktu sepekan, kurs Jisdor tercatat masih menguat 0,80 persen dibandingkan Jumat pekan sebelumnya yang berada di level Rp18.058.

Baca Juga :  KA Banyubiru Layani Rute Solo–Semarang PP, Cek Jadwal Keberangkatan dan Tarifnya

 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tren penguatan rupiah dalam sepekan terakhir utamanya ditopang oleh penurunan harga minyak dunia. Penurunan tersebut didorong oleh munculnya harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah serta potensi dibukanya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

 

Selain faktor eksternal, kondisi perekonomian domestik yang tergolong solid turut menjadi penopang utama pergerakan mata uang Garuda.

 

“Rupiah sepekan ini menguat terhadap dolar AS didukung oleh menurunnya harga minyak dunia di tengah harapan perdamaian dan dibukanya Selat Hormuz. Data-data ekonomi domestik yang solid juga memberikan dukungan bagi rupiah,” ujar Lukman, Jumat (07/08/2026).

Baca Juga :  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

 

Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dinamika geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter bank sentral AS.

 

Menurut Ibrahim, meningkatnya ketegangan kawasan serta ekspektasi investor terhadap arah suku bunga AS tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar. Namun, ketahanan cadangan devisa Indonesia yang dinilai masih kuat terbukti mampu menjaga stabilitas nilai tukar domestik dari tekanan luar.

Baca Juga :  Nilai tukar Mata Rupiah Diprediksi akan Lanjut Menguat pada Pekan Depan

 

Menatap pergerakan pekan depan, Lukman memproyeksikan rupiah masih berpotensi melanjutkan tren positif selama tidak terjadi eskalasi konflik baru di Timur Tengah serta data inflasi AS menunjukkan perlambatan sesuai perkiraan pasar. Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp18.150 per dolar AS.

 

Di sisi lain, Ibrahim memprediksi pergerakan kurs rupiah pada pekan mendatang akan cenderung fluktuatif namun bergerak stabil di kisaran Rp17.780 hingga Rp18.020 per dolar AS. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Rupiah Pagi Ini, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
KA Banyubiru Layani Rute Solo–Semarang PP, Cek Jadwal Keberangkatan dan Tarifnya
Nilai tukar Mata Rupiah Diprediksi akan Lanjut Menguat pada Pekan Depan
248 Belum Operasikan Gerai Resmi, Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih di Batang Mulai Rintis Usaha Mandiri
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Amankan Pasokan LPG Nasional
Kelangkaan BBM Resahkan Warga Sumut, Polisi Didesak Periksa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut
Resmi, Imigrasi Cegal Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:24 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Pasar Masih Pantau Konflik Timur Tengah dan Data Ekonomi AS

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Pagi Ini, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:03 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

Senin, 27 Juli 2026 - 08:11 WIB

KA Banyubiru Layani Rute Solo–Semarang PP, Cek Jadwal Keberangkatan dan Tarifnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:41 WIB

Nilai tukar Mata Rupiah Diprediksi akan Lanjut Menguat pada Pekan Depan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:40 WIB

248 Belum Operasikan Gerai Resmi, Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih di Batang Mulai Rintis Usaha Mandiri

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:40 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Amankan Pasokan LPG Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:58 WIB

Kelangkaan BBM Resahkan Warga Sumut, Polisi Didesak Periksa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut

Berita Terbaru