KABUPATEN BATANG, realitapublik.id — Sebanyak 248 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang telah resmi terbentuk. Namun, hingga pertengahan Juli 2026, belum ada satu pun gerai fisik koperasi tersebut yang mulai beroperasi secara resmi sebagaimana konsep awal yang dirancang oleh pemerintah.
Kendati demikian, gerak nadi perekonomian di tingkat desa tidak sepenuhnya mandek. Sejumlah pengurus koperasi dilaporkan mulai menjalankan berbagai kegiatan usaha secara mandiri dengan memanfaatkan potensi ekonomi lokal di wilayah masing-masing. Aktivitas bisnis ini berjalan atas inisiatif pengurus, terpisah dari operasional gerai resmi KDMP yang nantinya akan dikelola khusus oleh manajer beserta karyawan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, membenarkan situasi tersebut. Pihaknya memastikan bahwa fasilitas gedung atau gerai resmi Koperasi Desa Merah Putih memang belum dibuka.
“Kalau ditanya mengenai pengoperasian gedung (gerai), memang belum. Namun, kalau ditanya apakah ada KDMP yang sudah melakukan aktivitas usaha, itu sudah ada beberapa,” ujar Wahyu Budi Santoso, Kamis (16/7/2026).
Senada dengan Wahyu, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UKM Kabupaten Batang, Haniyah, menjelaskan bahwa lini usaha yang berjalan saat ini murni merupakan buah kejelian para pengurus koperasi dalam menangkap peluang ekonomi di lingkungan desa mereka. Hingga kini, dinas terkait belum menerima laporan resmi mengenai adanya gerai fisik KDMP yang sudah mulai melayani publik.
“Untuk usaha yang bertempat di gerai KDMP, posisinya belum ada. Yang ada saat ini adalah unit usaha yang digerakkan mandiri oleh pengurusnya. Kami belum mendapatkan informasi atau laporan terkait gerai yang sudah operasional secara formal,” kata Haniyah.
Lebih lanjut Haniyah merinci, dari total 248 gabungan antara KDMP dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKDMP) yang tersebar di seluruh Kabupaten Batang, baru sebagian kecil yang sudah mulai menunjukkan aktivitas niaga. Beberapa koperasi yang tercatat telah merintis usahanya antara lain:
KDMP Simpar, yang fokus mengembangkan sektor budidaya dan usaha telur omega-3.
KDMP Pasekaran, KDMP Bandar, KKDMP Kasepuhan, KKDMP Kauman, dan KKDMP Karangasem Utara, yang mulai bergerak aktif di bidang penyediaan serta penjualan komoditas sembako dan gas elpiji.
Meski implementasi konsep gerai terpadu dari pemerintah belum sepenuhnya terealisasi, langkah awal yang diambil sejumlah koperasi ini dinilai patut mendapatkan apresiasi. Upaya mandiri tersebut dipandang mampu membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat desa setempat dengan harga yang relatif lebih murah, terjangkau, dan kompetitif.
Ke depan, pemerintah daerah dan masyarakat menaruh harapan besar agar seluruh Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Batang dapat segera beroperasi secara menyeluruh sesuai dengan cetak biru (blueprint) yang direncanakan. Kehadiran operasional gerai secara penuh diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi desa yang menyediakan segala kebutuhan warga, sehingga asas kemanfaatan koperasi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas. (*)
Penulis : Fery Eka spt
Editor : Red






