TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Kemeriahan pesta demokrasi tingkat tiyuh (desa) mulai terasa di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Dalam rangka menyambut Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Serentak Tahun 2026, Panitia Pemilihan Tiyuh Mekar Asri menggelar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut calon Kepalo Tiyuh yang berlangsung tertib, aman, dan kondusif di balai tiyuh setempat, Jumat (14/08/2026).
Dalam penetapan tersebut, calon Kepalo Tiyuh Mekar Asri, Shofiya Fikri Handayani, Lc., M.Ag., resmi mendapatkan nomor urut 2. Penetapan ini disambut hangat oleh jajaran pendukung dan tokoh masyarakat yang hadir.
Ketua Panitia Pilkati Mekar Asri, Agus Sukarno, menyampaikan apresiasi atas kedewasaan berdemokrasi seluruh pihak sehingga tahapan pengundian dapat berjalan lancar. Ia berharap suasana sejuk ini tetap terjaga hingga puncak pemungutan suara mendatang.
Bagi Shofiya Fikri Handayani, nomor urut 2 bukan sekadar angka undian, melainkan amanah dan simbol keteguhan prinsip untuk mendedikasikan diri bagi tanah kelahirannya di Kecamatan Tulang Bawang Tengah. “Nomor urut dua menjadi pemicu semangat sekaligus simbol keteguhan untuk berjuang bersama warga. Filosofi angka dua ini kami maknai sebagai langkah berdiri tegak dan konsisten dalam memikul tanggung jawab mewujudkan Tiyuh Mekar Asri yang maju, adil, dan sejahtera,” ujar Shofiya usai pengundian.
Sosok putri daerah berlatar belakang akademisi agama ini menegaskan bahwa pencalonannya didasari niat tulus (lillahi ta’ala) serta dorongan kuat dari kaum perempuan, tokoh masyarakat, dan generasi muda yang merindukan kepemimpinan berbasis pengabdian.
Dalam pencalonannya, Shofiya mengusung 7 Program Prioritas Visi-Misi Utama:
Tiyuh Unggulan: Mendorong daya saing dan potensi lokal tiyuh.
Pemerintahan Bersih & Beradab: Mewujudkan tata kelola yang transparan dan beretika.
Transparansi Anggaran: Keterbukaan pengelolaan APBTiyuh secara akuntabel.
Pelayanan Administrasi Cepat & Murah: Efisiensi birokrasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemberdayaan Perempuan & Generasi Muda: Mengoptimalkan peran aktif kaum perempuan dan pemuda dalam pembangunan.
Optimalisasi Kelompok Tani: Penguatan sarana, prasarana, dan kesejahteraan petani.
Tiyuh Ramah Anak: Membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Shofiya menambahkan, kontestasi Pilkati bukanlah wadah persaingan semata untuk mengejar jabatan, melainkan ajang adu gagasan demi kemajuan bersama. Perbedaan pilihan politik dalam Pilkati adalah hal yang lumrah, namun persatuan warga harus tetap diutamakan.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Mekar Asri. Mari kita jaga kerukunan, persatuan, dan kebersamaan selama tahapan Pilkati ini. Siapa pun pilihan warga, tujuan utama kita tetap sama, yaitu melihat Tiyuh Mekar Asri semakin maju dan masyarakatnya makin sejahtera,” pungkasnya.






