Viral Bocah 4 Tahun Meninggal Diduga Lambat Penanganan, Pelayanan RS Handayani Disorot Publik

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Jagat media sosial dihebohkan oleh peredaran video yang memperlihatkan dugaan buruknya pelayanan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit (RS) Handayani Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Peristiwa tersebut berujung pada meninggalnya seorang bocah laki-laki berusia empat tahun saat menjalani perawatan di ruang UGD, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

 

Video berdurasi 2 menit 18 detik itu menampilkan jenazah pasien balita bernama Ananda (4), warga Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara, terbaring kaku di atas tempat tidur perawatan UGD. Isak tangis dan jeritan histeris dari pihak keluarga menyelimuti ruangan tersebut.

 

Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang pria dari pihak keluarga meluapkan kekecewaan mendalam atas lambatnya penanganan medis yang diduga menjadi pemicu utama meninggalnya korban.

Baca Juga :  Dugaan Penggelapan Motor di Purwosari Jalan di Tempat, Korban Kecewa Kinerja Polsek

 

“Penanganan Rumah Sakit Handayani kurang! Lihat ini satpam-satpam, ngomong kalian berdua! Bagaimana kalau ini terjadi pada anak kalian? Masuk jam berapa, keluar kalian dokter-dokter!” teriak pria tersebut sambil merekam kondisi ruang UGD yang dinilai minim kehadiran dokter maupun perawat.

 

Ia juga menegaskan bahwa korban diduga tidak akan meninggal dunia jika mendapatkan penanganan medis secara cepat dan sigap sejak awal tiba di rumah sakit.

 

Unggahan video tersebut langsung memicu sorotan tajam publik. Berdasarkan pantauan di media sosial, salah satunya pada unggahan akun Facebook Edi Hamzah, Sabtu (15/8/2026), ratusan warganet turut membagikan pengalaman buruk mereka saat berobat di RS Handayani Kotabumi. Unggahan tersebut tercatat menarik perhatian dengan 381 respons menyukai, 104 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 173 kali.

Baca Juga :  Kebakaran Hutan Melanda Lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kobaran Api Terlihat Jelas dari Pasuruan

 

Sejumlah akun membeberkan keluhan terkait ketidakramahan petugas hingga kelambatan penanganan medis. Akun Dewi Aryani Saja menuliskan rasa traumanya melahirkan di rumah sakit tersebut akibat perlakuan petugas yang dinilai tidak ramah. Hal senada disampaikan akun Azizah iza yang mengaku harus menunggu hingga dua hari sebelum mendapatkan penanganan medis.

 

Sementara itu, akun yuli az Zahra menceritakan pengalamannya saat mengantarkan anak tetangganya yang mengalami kejang. “Saat tiba di UGD dalam kondisi darurat, perawat justru meminta saya kembali pulang untuk melengkapi berkas administrasi terlebih dahulu,” tulisnya.

 

Keluhan lain datang dari akun malla astutty yang menceritakan pengalaman penanganan pendarahan tanpa respons cepat nakes, serta akun uan Mawan yang mengeluhkan sikap dokter di UGD yang dinilai kurang responsif saat mendengarkan keluhan pasien.

Baca Juga :  Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi: Gempa Hybrid dan Guguran Dominasi Pengamatan Malam

 

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak manajemen RS Handayani Kotabumi. Namun, Sisi, selaku petugas Customer Service RS Handayani, hanya memberikan jawaban singkat dan normatif.

 

Ia meminta awak media untuk datang kembali pada hari Selasa mendatang agar dapat memintai keterangan resmi dari jajaran pimpinan. “Terkait dugaan lambatnya penanganan pasien bocah meninggal dunia tersebut, silakan kembali lagi hari Selasa karena direktur maupun humas sedang tidak ada di tempat,” ujar Sisi saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi resmi dari manajemen RS Handayani Kotabumi terkait dugaan kelalaian penanganan medis tersebut. (*)

Berita Terkait

Berharap Karhutla Lekas Berlalu, Kapolres Pasuruan Bersama Ribuan Santri Ponpes Dalwa Gelar Salat Istisqa
Kebakaran Hutan Melanda Lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kobaran Api Terlihat Jelas dari Pasuruan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri
Sarang Obat Keras dan Miras di Terminal Laladon Digerebek Gabungan, Ratusan Barang Bukti Disita
Sudah Penuh Tapi Tetap Ditarik Tarif, Pengunjung Keluhkan Pengelolaan Parkir RSUD Kraton
Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi: Gempa Hybrid dan Guguran Dominasi Pengamatan Malam
Satpol PP Kota Pasuruan Copot Banner Sengketa Lahan Kelurahan Bukir, Warga Pertanyakan Keadilan Penertiban!
Sengketa Lahan Kantor Lurah Bukir: Gugatan Mangkrak, Ahli Waris Tancap Plang Perlawanan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Berharap Karhutla Lekas Berlalu, Kapolres Pasuruan Bersama Ribuan Santri Ponpes Dalwa Gelar Salat Istisqa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Kebakaran Hutan Melanda Lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kobaran Api Terlihat Jelas dari Pasuruan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Sarang Obat Keras dan Miras di Terminal Laladon Digerebek Gabungan, Ratusan Barang Bukti Disita

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Sudah Penuh Tapi Tetap Ditarik Tarif, Pengunjung Keluhkan Pengelolaan Parkir RSUD Kraton

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi: Gempa Hybrid dan Guguran Dominasi Pengamatan Malam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Satpol PP Kota Pasuruan Copot Banner Sengketa Lahan Kelurahan Bukir, Warga Pertanyakan Keadilan Penertiban!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Sengketa Lahan Kantor Lurah Bukir: Gugatan Mangkrak, Ahli Waris Tancap Plang Perlawanan

Berita Terbaru