PEKALONGAN realitapublik.id — Pengelolaan area parkir kendaraan roda empat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton, Kota Pekalongan, memicu keluhan dari sejumlah pengunjung. Pengelola dinilai kurang informatif dalam menyampaikan status kapasitas parkir, sehingga menyebabkan pengunjung harus tetap membayar retribusi meski tidak mendapatkan tempat parkir.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan oleh Arif (40), warga Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Ia mengalaminya saat mengantar sang istri yang hendak bersalin di RSUD Kraton pada Sabtu (10/10/2026).
Arif menceritakan, saat tiba di gerbang masuk, mobil yang dikendarainya langsung diarahkan petugas untuk masuk ke area parkir. Namun, setelah berada di dalam, seluruh slot parkir mobil ternyata sudah terisi penuh tanpa ada ruang tersisa.
Akibatnya, Arif beserta beberapa pengendara mobil lainnya terpaksa memutar balik dan keluar dari area rumah sakit. Kendati tidak sempat memarkirkan kendaraannya, petugas parkir di pintu keluar tetap mengenakan tarif retribusi sebesar Rp3.000.
“Diduga banyak pengunjung yang terjebak di dalam. Kapasitas parkir roda empatnya sangat terbatas. Begitu masuk tidak dapat tempat, mau tidak mau harus keluar lagi, tapi di pintu keluar tetap diwajibkan bayar Rp3.000,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai, masalah ini tidak akan terjadi apabila pihak pengelola memasang papan petunjuk atau informasi transparan di pintu masuk saat kapasitas parkir sudah penuh. Keberadaan papan informasi tersebut dinilai penting agar pengendara dapat langsung mencari tempat parkir alternatif di luar kawasan rumah sakit.
Arif menegaskan, secara prinsip dirinya tidak keberatan membayar tarif parkir selama betul-betul mendapatkan fasilitas dan tempat parkir yang memadai.
“Kami merasa dirugikan. Masuk tidak dapat tempat, tapi saat keluar malah harus bayar. Kalau memang benar-benar parkir, kami tentu tidak masalah bayar,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola parkir maupun manajemen RSUD Kraton Pekalongan mengenai keluhan tersebut. Redaksi masih berusaha mengonfirmasi pihak pengelola untuk mendapatkan klarifikasi dan tindak lanjut atas keluhan warga. (*/Wildan)






