SURABAYA realitapublik.id – Mahasiswa Bina Desa Kelompok 3 Pakal Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengadakan sosialisasi pengelolaan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Pakal, Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang melibatkan sekitar 35 UMKM ini mengangkat empat pilar manajemen, yaitu pemasaran, operasional, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM), untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih terarah.
Sosialisasi tersebut mengusung tema “Gerakan UMKM B.I.S.A (Berani, Inovatif, Solid, Aman Untungnya)” dan menghadirkan Prasetyo Alif Soeprawiro, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Manajemen UPN “Veteran” Jawa Timur, sebagai narasumber. Melalui tema ini, kegiatan mendorong pelaku UMKM untuk berani mengembangkan usaha, terbuka terhadap pembaruan, serta memperhatikan pengelolaan internal yang mendukung keberlangsungan bisnis.

Dalam pemaparannya, Prasetyo menekankan pentingnya keseimbangan antara promosi luar dan pembenahan internal bagi pelaku UMKM.
“Banyak pelaku UMKM yang berfokus pada promosi, tetapi lupa memperkuat manajemen internalnya. Melalui empat pilar ini, kita ingin mendorong UMKM tidak hanya berani tampil dan inovatif, tetapi juga memiliki fondasi operasional, keuangan, dan SDM yang solid agar keuntungannya aman dan usahanya berlanjut,” ujar Prasetyo.
Ketua Kelompok 3 Bina Desa Pakal UPN “Veteran” Jawa Timur menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis atas kendala harian yang dihadapi para pelaku usaha lokal.
“Kami melihat potensi besar UMKM di Kelurahan Pakal. Namun, sebagian besar masih mengalami kendala dalam pemasaran digital dan pembukuan keuangan. Harapan kami, pengenalan empat pilar manajemen ini dapat menjadi panduan konkret yang bisa langsung diterapkan peserta,” ungkap Ketua Kelompok 3 Bina Desa Pakal.
Pada pilar pemasaran, kegiatan mengangkat subtema “Berani Tampil: Berani Pasarkan Produk, Bikin Brand Desa Dikenal Luas”. Materi meliputi pengenalan pemasaran digital, pembuatan media sosial dan marketplace, pembuatan katalog digital, serta pelatihan konten. Susunan materi memadukan penjelasan dengan tutorial praktik agar peserta mendapat gambaran mengenai penggunaan sarana digital untuk memperkenalkan produk.
Pengenalan media sosial dan marketplace berkaitan dengan pemilihan saluran untuk menjangkau calon pelanggan. Sementara itu, katalog digital membantu menyusun informasi produk agar lebih mudah dilihat dan dibagikan. Pelatihan konten melengkapi pembahasan tersebut karena pelaku usaha memerlukan bahan komunikasi yang dapat menjelaskan produk, manfaat, dan cara pembelian kepada konsumen.
Pilar operasional menyoroti pentingnya pengaturan kegiatan usaha sehari-hari, seperti kesiapan bahan baku, proses produksi, pemeriksaan kualitas, hingga pelayanan pelanggan. Keteraturan operasional memastikan peningkatan permintaan dari hasil promosi dapat diimbangi dengan kapasitas produksi dan ketersediaan barang yang memadai.
Pada pilar keuangan, penekanan terletak pada pentingnya memahami kondisi usaha melalui pencatatan yang tertib serta pemisahan uang usaha dari kebutuhan pribadi. Hal ini membantu pelaku usaha membedakan omzet dengan keuntungan bersih, yang nantinya menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan harga jual maupun merencanakan pengembangan usaha.
Sementara itu, pilar SDM menempatkan orang-orang yang menjalankan usaha sebagai bagian penting melalui pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang baik, serta penyesuaian keterampilan terhadap kebutuhan bisnis.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir. Salah satu pemilik UMKM Kelurahan Pakal mengaku mendapatkan pemahaman baru seusai mengikuti sosialisasi.
“Selama ini saya hanya berjualan secara konvensional dan uang usaha masih sering tercampur dengan kebutuhan dapur. Setelah ikut acara ini, saya jadi paham pentingnya membuat katalog digital dan mencatat keuangan secara terpisah agar tahu pasti keuntungan bersih usaha saya,” tutur salah satu peserta sosialisasi.
Keempat pilar manajemen ini memiliki hubungan yang erat dalam menopang keberlangsungan usaha. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa Bina Desa Kelompok 3 Pakal UPN “Veteran” Jawa Timur berharap pelaku UMKM dapat mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan menentukan langkah pengembangan yang tepat sesuai kondisi usahanya masing-masing.
Penulis : Ghifary






