PEKALONGAN, realitapublik.id — Aksi kejahatan jalanan dan geng motor kembali memicu kemarahan warga di Kabupaten Pekalongan. Sejumlah pemuda yang diduga anggota gangster mengalami luka parah hingga babak belur akibat dihakimi massa di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, pada Kamis (8/10/2026) malam.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika rombongan tiga sepeda motor melaju berboncengan dari arah Kota Pekalongan menuju Kedungwuni. Kelompok pemuda tersebut diduga kuat membawa senjata tajam jenis celurit berukuran panjang.

Sesampainya di sebelah selatan RSI Pekajangan, tepatnya di depan PosPay, salah satu sepeda motor rombongan kehilangan kendali. Kendaraan tersebut menabrak gerobak sate dan tiang listrik di pinggir jalan. Kemarahan warga yang resah terhadap aktivitas geng motor pun tak terhindarkan.
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi serta mengevakuasi para pemuda ke rumah sakit. Dua orang dilarikan ke RSI Pekajangan dan dua orang lainnya dibawa ke RSUD Kajen. Berdasarkan penanganan medis RSI Pekajangan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya dalam kondisi kritis.
Kasubsi Penmas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, S.H., membenarkan adanya peristiwa pengamanan sekelompok pemuda oleh warga masyarakat tersebut.
“Benar, Polres Pekalongan menindaklanjuti adanya informasi sekelompok pemuda yang diamankan oleh warga masyarakat di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan,” ujar Iptu Suwarti.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor, tiga unit ponsel, serta satu gagang parang sepanjang 30 cm. Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut terkait insiden tersebut.
“Diduga insiden terjadi karena warga resah dengan aktivitas gangster yang sangat meresahkan masyarakat, sehingga massa yang begitu banyak mengambil tindakan,” ungkap DS, salah seorang warga di lokasi kejadian.
Atas insiden ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri (vigilante). Warga diminta segera melaporkan ke pihak berwajib apabila melihat pergerakan atau aktivitas mencurigakan dari kelompok geng motor. Polisi juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan berbahaya. (Fery Eka spt)






