Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Pelaksanaan pemilihan kepala tiyuh (Pilkati) di Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), yang dijadwalkan berlangsung Rabu (21/10/2026), dibayangi potensi ketegangan menyusul konflik tapal batas antarmasyarakat adat yang belum menemukan penyelesaian.

Situasi kian menjadi perhatian setelah seratusan masyarakat adat Buay Perja, Kecamatan Sungkai Bunga Mayang, menduduki Balai Tiyuh Karta Tanjung Selamat pada Selasa (20/10/2026) dini hari. Mereka mendesak agar pelaksanaan Pilkati ditunda hingga persoalan tapal batas dengan masyarakat adat Buay Bulan memperoleh kejelasan.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, kehadiran pemerintah daerah untuk memfasilitasi penyelesaian konflik menjadi sorotan. Pasalnya, waktu pelaksanaan Pilkati semakin dekat, sementara tuntutan masyarakat adat belum memperoleh penyelesaian.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Pasuruan Copot Banner Sengketa Lahan Kelurahan Bukir, Warga Pertanyakan Keadilan Penertiban!

Pantauan awak media di lokasi, sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Utara telah terlihat hadir. Namun, hingga Selasa dini hari, unsur Forkopimda Tubaba belum terpantau hadir di lokasi. Hanya Camat TBU yang terlihat berada di balai tiyuh.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan koordinasi lintas daerah dalam meredam ketegangan menjelang pesta demokrasi tingkat tiyuh tersebut. Padahal, unsur Forkopimda Lampung Utara disebut telah berada di lokasi sejak siang hari dan mengundang Forkopimda Tubaba untuk bersama-sama mencari solusi atas konflik saling klaim batas wilayah yang melibatkan kedua kelompok masyarakat adat.

Baca Juga :  Didesak Utang Judi Online, Pria di Pasuruan Bantai dan Bakar Kerabatnya yang Masih Pelajar

Ketidakhadiran unsur Forkopimda Tubaba yang terpantau di lokasi menjadi perhatian tersendiri. Di saat masyarakat adat menyampaikan tuntutan melalui aksi pendudukan balai tiyuh, langkah konkret untuk memastikan situasi tetap kondusif menjelang Pilkati sangat dibutuhkan.

Jika persoalan tapal batas tak kunjung memperoleh kejelasan dan tuntutan penundaan terus mengemuka, pelaksanaan Pilkati berisiko diwarnai ketegangan. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat adat, fasilitasi penyelesaian konflik, serta kejelasan sikap pemerintah daerah menjadi hal penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya gesekan.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, terdengar pengumuman melalui pengeras suara di Balai Tiyuh Karta Tanjung Selamat yang menegaskan sikap massa: “Jika belum ada penyelesaian, kami masih tetap berada di sini sampai ada penjelasan.”

Baca Juga :  Aliansi Poros Tengah Soroti Raperda PDRD Kota Pasuruan: Pertanyakan Tarif dan Transparansi Formula

Sementara itu, Kapolres Lampung Utara terlihat berada di lokasi untuk berupaya menenangkan masyarakat asal Kecamatan Sungkai Bunga Mayang tersebut.

Pilkati semestinya menjadi momentum demokrasi di tingkat tiyuh, bukan justru berlangsung di tengah konflik yang belum terselesaikan. Situasi tersebut menuntut keterlibatan aktif seluruh pihak terkait agar pelaksanaan pemilihan tidak memperkeruh hubungan antarmasyarakat adat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Forkopimda Tubaba terkait ketidakhadiran unsur pimpinan daerah di lokasi maupun langkah yang akan ditempuh untuk merespons tuntutan penundaan Pilkati. (* / Rody Sandra)

Berita Terkait

ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan
HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial
Maknai Hari Santri, Ahmad Abrori: Perjuangan untuk Memerdekakan Warga dari Kemiskinan
Tiga Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Ikuti Sertifikasi Internasional CHRA
Semarakkan HUT Ke-81 Jatim, Pasar Murah Dadakan Diserbu Warga Panggungrejo
Polresta Malang Kota bersama Tim Gabungan Sidak THM, 40 Pengunjung Dites Urine
Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan
Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:30 WIB

ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Maknai Hari Santri, Ahmad Abrori: Perjuangan untuk Memerdekakan Warga dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Tiga Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Ikuti Sertifikasi Internasional CHRA

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Semarakkan HUT Ke-81 Jatim, Pasar Murah Dadakan Diserbu Warga Panggungrejo

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Polresta Malang Kota bersama Tim Gabungan Sidak THM, 40 Pengunjung Dites Urine

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

Berita Terbaru