SURABAYA, realitapublik.id — Tiga dosen Program Studi Manajemen UPN Veteran Jawa Timur mengikuti International Training & Certification Certified Human Resource Analyst (CHRA) pada akhir Agustus 2026.
Ketiga dosen tersebut yakni Gandi Aswaja Yogatama, S.Sos., M.SM., Prasetyo Alif Soeprawiro, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta Dr. M. Tahajjudi Ghifary, M.PSDM. Program pelatihan dan sertifikasi internasional ini dilaksanakan pada 21–23 Agustus 2026 dengan fokus pada penguatan kompetensi di bidang manajemen sumber daya manusia. Materi yang dibahas mencakup human resource management, employment law, workforce planning and recruitment, compensation management, leadership, training and development, performance management, hingga berbagai aplikasi praktis pengelolaan SDM.
Keikutsertaan para dosen ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendukung arah UPN Veteran Jawa Timur menuju institusi pendidikan tinggi berdaya saing global.
Salah satu peserta, Dr. M. Tahajjudi Ghifary, M.PSDM., menilai peningkatan kompetensi dosen harus dilakukan secara berkelanjutan, terlebih di tengah perubahan dunia kerja, teknologi, dan kebutuhan pembelajaran yang semakin dinamis.
“Dosen juga harus terus berkembang. Kita tidak bisa berhenti hanya karena sudah berada di lingkungan akademik. Justru dosen perlu menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perkembangan ilmu, praktik profesional, dan kebutuhan mahasiswa,” ujar Ghifary.
Menurut dia, sertifikasi profesional internasional dapat menjadi sarana untuk mempertemukan perspektif akademik dengan praktik di dunia kerja. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikat, tetapi juga dapat dibawa kembali ke ruang kelas dan diintegrasikan dalam pembelajaran.
“Harapannya tentu bukan sekadar memperoleh sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang diperoleh bisa memberikan nilai tambah dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Penguatan kompetensi dosen dinilai semakin penting ketika perguruan tinggi berhadapan dengan tuntutan internasionalisasi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Dalam konteks tersebut, sertifikasi profesional menjadi bentuk pengembangan kapasitas yang memperkuat kompetensi individual sekaligus kualitas institusi.
Ghifary mengatakan, perguruan tinggi yang ingin memiliki daya saing global perlu didukung oleh sumber daya manusia yang terus memperbarui kapasitasnya.
“Kalau perguruan tinggi ingin berstandar global, tentu dosennya juga harus terus meningkatkan kompetensi dan membuka diri terhadap perkembangan praktik profesional di tingkat internasional,” ujarnya. Dosen tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga perlu mengetahui perkembangan praktik aktual agar materi pembelajaran tetap relevan.
Pengembangan Dosen Mendukung SDGs
Selain meningkatkan kualitas akademik, program pengembangan kompetensi dosen ini juga memiliki keterkaitan erat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kalau kita bicara SDGs, peningkatan kompetensi dosen ini sangat dekat dengan SDG 4 tentang Quality Education. Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pendidiknya,” kata Ghifary.
Ia menambahkan, bidang manajemen sumber daya manusia juga berkaitan dengan SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth, yang mencakup pengelolaan organisasi secara profesional mulai dari rekrutmen hingga lingkungan kerja. Selain itu, kegiatan ini turut bersinggungan dengan SDG 17 tentang Partnerships for the Goals melalui kolaborasi dengan lembaga profesional dan industri.
Melalui keikutsertaan tiga dosen Manajemen dalam sertifikasi CHRA ini, UPN Veteran Jawa Timur diharapkan terus memperkuat kualitas SDM serta meningkatkan relevansi pendidikan dengan dunia profesional, guna mendorong terciptanya institusi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi global. (*)






