TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Keterbatasan ekonomi kini menjadi tembok penghalang bagi Karim, warga Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dalam melawan penyakit tumor ganas yang menggerogoti kesehatannya. Pria yang dulunya merupakan tulang punggung keluarga sebagai buruh harian ini kini hanya bisa pasrah menahan rasa sakit di bagian telinga.
Kondisi fisik Karim yang semakin melemah membuat pihak keluarga dan tetangga merasa sangat prihatin. Rencananya, Karim akan segera diberangkatkan ke Bandar Lampung untuk menjalani pengobatan intensif, namun kendala biaya operasional dan pengobatan menjadi masalah utama.
Maryusup, salah satu tetangga Karim, menyampaikan kondisi memprihatinkan yang dialami oleh rekannya tersebut. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tubaba, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, dapat segera hadir memberikan solusi konkret.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi fisik Pak Karim yang semakin hari semakin buruk. Harapan kami, pemerintah melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, atau pihak terkait lainnya dapat segera peduli. Mohon bantuannya untuk memfasilitasi biaya pengobatan atau mempermudah akses medis bagi beliau,” ujar Maryusup, Senin (07/04/2026).
Sebelum divonis menderita tumor ganas, Karim adalah sosok pekerja keras yang bekerja sebagai buruh kebun milik orang lain. Penghasilan hariannya yang pas-pasan kini tidak lagi mampu menopang kebutuhan rumah tangga, apalagi membiayai pengobatan yang membutuhkan dana tidak sedikit.
Saat ini, warga setempat berinisiatif melakukan penggalangan dana secara swadaya untuk meringankan beban biaya keberangkatan Karim ke rumah sakit di Bandar Lampung. Namun, bantuan tersebut tentu belum mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang.
Kisah Karim menjadi pengingat akan pentingnya jaminan kesehatan yang merata. Kehadiran negara sangat dinanti untuk menjamin akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu seperti Karim.
Redaksi realitapublik.id berharap berita ini dapat menjadi pintu pembuka bagi para dermawan dan pemangku kebijakan di Kabupaten Tubaba untuk segera memberikan perhatian khusus. Tidak ada yang lebih berharga daripada menyelamatkan satu nyawa yang sedang berjuang melawan maut. (*)
Penulis : Rody Sandra







