TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Menindaklanjuti gelombang protes dan keresahan warga akibat suara bising, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengerahkan puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menyambangi tempat hiburan Karaoke Diva di RK 5, Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Rabu (08/04/2026) malam.
Monitoring ini melibatkan unsur gabungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), perwakilan Polsek Tumijajar, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.
Kasat Pol PP Tubaba, Barmawi, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personelnya di lokasi adalah untuk memastikan kondisi lapangan menyusul adanya laporan keberatan dari warga lingkungan sekitar. Sedikitnya, 97 warga telah membubuhkan tanda tangan menolak keberadaan tempat hiburan tersebut karena dinilai mengganggu waktu istirahat pada malam hari.
“Kami melakukan monitoring untuk memastikan operasional tempat ini. Warga secara tegas menolak dan meminta pemerintah melakukan penutupan karena suara bising yang ditimbulkan sangat mengganggu. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, usaha ini ditutup sementara hingga urusan dengan masyarakat lingkungan tuntas,” tegas Barmawi di lokasi.
Barmawi juga menambahkan bahwa pihaknya tidak melarang siapapun untuk membuka usaha, namun harus tetap menaati aturan dan menjaga kondusivitas lingkungan. Surat resmi penutupan sementara pun telah diserahkan kepada pihak pengelola.
Kabid PTSP Tubaba, Samsudin, menjelaskan bahwa monitoring ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah guna menyikapi laporan tertulis dari masyarakat. Menurutnya, urusan perizinan bukan hanya soal administrasi di atas kertas, tapi juga menyentuh aspek kenyamanan publik.
“Persoalan ini menyangkut kenyamanan warga. Aspirasi masyarakat sudah sangat jelas dalam bentuk pernyataan tertulis. Kami mendorong adanya komunikasi antara pihak pengelola, pemerintah tiyuh, dan warga agar ada kesepakatan bersama,” ujar Samsudin.
Meski pemerintah baru mengambil langkah penutupan sementara, perwakilan warga lingkungan yang hadir di lokasi tetap berkukuh meminta penutupan secara permanen. Alasan warga bukan lagi sekadar soal kebisingan, melainkan dampak sosial dari tamu yang datang dan pergi di lingkungan mereka.
“Kami meminta tempat ini ditutup permanen. Meskipun nantinya suara bising dibenahi, aktivitas tamu yang keluar masuk lingkungan kami sudah sangat meresahkan warga,” ungkap salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Karaoke Diva belum memberikan keterangan resmi terkait desakan penutupan dari warga sekitar. Situasi di lokasi saat pemantauan berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan ketat petugas gabungan. (*)
Penulis : Rody Sandra







