Keberadaan Suwardi Masih Misteri, Tim SAR Hentikan Pencarian di Hutan Baluran Setelah Seminggu

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR saat hari ke-7 pencarian terhadap korban Suwardi di Hutan Baluran. 

i

Tim SAR saat hari ke-7 pencarian terhadap korban Suwardi di Hutan Baluran. 

SITUBONDO, realitapublik.id – Setelah tujuh hari penyisiran intensif tanpa hasil, Tim SAR gabungan pada Minggu (13/4/2026), resmi menghentikan operasi pencarian seorang penggembala sapi yang bernama Suwardi (68) di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran. Keputusan ini diambil merujuk pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian orang hilang.

 

“Pencarian selama tujuh hari ini hasilnya nihil. Berdasarkan SOP, operasi pencarian secara masif dihentikan kemarin (Minggu 13 April 2026),” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo melalui Koordinator Pusdalops, Puriyono, Senin, 13 April 2026.

 

Meski operasi utama ditutup, tim SAR gabungan tetap dalam posisi siaga. Puriyono menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali sewaktu-waktu jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau adanya laporan valid dari masyarakat.

 

“Jika nantinya ada informasi terbaru atau warga menemukan tanda-tanda keberadaan korban, tim akan langsung terjun kembali untuk melakukan evakuasi,” imbuhnya.

Baca Juga :  GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!

 

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel BPBD Situbondo, Basarnas Jember, pihak TN Baluran, TNI/Polri, serta relawan setempat telah melakukan perluasan radius pencarian. Namun, medan yang luas dan vegetasi hutan yang rapat di TN Baluran menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan.

 

Sebelumnya, Suwardi, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan oleh pihak keluarganya telah hilang di kawasan hutan Taman Nasional (TN) Baluran sejak Sabtu (4/4/2026).

 

Berdasarkan laporan dari pihak keluarga yang diterima BPBD Situbondo dan instansi terkait pada Minggu pagi (5/4/2026) pukul 06.30 WIB, bahwa Suwardi berangkat dari rumah pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB untuk mencari sapinya yang lepas dari kandang.

 

Menurut keterangan Hosen, salah satu warga setempat, ia sempat melihat korban sedang menggiring sapi di dalam kawasan hutan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga Sabtu (4/4/2026) malam, korban tak kunjung tiba di rumah.

Baca Juga :  Sembunyi di Tempat Cucian Mobil, Terduga Pencuri Vario di Jalan Soekarno-Hatta Kotabumi Akhirnya Digulung Petugas

 

Pihak keluarga bersama sejumlah warga saat itu sempat melakukan pencarian terhadap korban di titik-titik yang biasa didatangi korban, namun belum membuahkan hasil. Hingga kemudian pihak keluarga melaporkan hilangnya korban kepada instansi terkait.

 

Pihak keluarga menyatakan bahwa korban dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

 

Merespons laporan tersebut, BPBD Situbondo melakukan assessment dan koordinasi di lokasi kejadian.

 

Setelah itu, BPBD Situbondo bersama Basarnas Banyuwangi, Polhut TN Baluran, TNI/Polri, hingga relawan Tagana, melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran.

 

Untuk memaksimalkan pencarian di area yang sulit dijangkau, tim menerjunkan dua unit drone milik Basarnas dan Polhut TN Baluran. Selain itu, armada motor trail juga disiagakan untuk menembus jalur-jalur sempit di dalam hutan.

Baca Juga :  Kilas Balik HJB Ke-251: Merawat Napas Sejarah Kota Tua Besuki Sejak Era Ki Pate Alos

 

Selama seminggu dilakukan pencarian terhadap korban, personel menghadapi medan yang didominasi semak belukar berduri, jalan menanjak, serta batuan cadas yang tajam. Hutan yang masih rimbun juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam melakukan penyisiran darat.

 

BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar lebih waspada dan menghindari masuk ke area hutan sendirian. Bagi warga yang melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan korban, diharapkan segera melapor ke kantor BPBD Situbondo atau aparat kepolisian terdekat.

 

Sebagai pengingat bagi masyarakat, korban atas nama Suwardi memiliki ciri-ciri:

  • Tinggi badan ±165 cm, badan kurus, dan rambut hitam keriting pendek.
  • Terakhir terlihat mengenakan kaos loreng TNI AL dan celana training biru.(*)

Penulis : Red

Berita Terkait

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap
Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta
Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir
Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:08 WIB

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Kamis, 24 September 2026 - 10:53 WIB

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan

Rabu, 23 September 2026 - 12:34 WIB

SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Berita Terbaru