SITUBONDO, realitapublik.id – Setelah tujuh hari penyisiran intensif tanpa hasil, Tim SAR gabungan pada Minggu (13/4/2026), resmi menghentikan operasi pencarian seorang penggembala sapi yang bernama Suwardi (68) di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran. Keputusan ini diambil merujuk pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian orang hilang.
“Pencarian selama tujuh hari ini hasilnya nihil. Berdasarkan SOP, operasi pencarian secara masif dihentikan kemarin (Minggu 13 April 2026),” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo melalui Koordinator Pusdalops, Puriyono, Senin, 13 April 2026.
Meski operasi utama ditutup, tim SAR gabungan tetap dalam posisi siaga. Puriyono menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali sewaktu-waktu jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau adanya laporan valid dari masyarakat.
“Jika nantinya ada informasi terbaru atau warga menemukan tanda-tanda keberadaan korban, tim akan langsung terjun kembali untuk melakukan evakuasi,” imbuhnya.
Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel BPBD Situbondo, Basarnas Jember, pihak TN Baluran, TNI/Polri, serta relawan setempat telah melakukan perluasan radius pencarian. Namun, medan yang luas dan vegetasi hutan yang rapat di TN Baluran menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan.
Sebelumnya, Suwardi, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan oleh pihak keluarganya telah hilang di kawasan hutan Taman Nasional (TN) Baluran sejak Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan laporan dari pihak keluarga yang diterima BPBD Situbondo dan instansi terkait pada Minggu pagi (5/4/2026) pukul 06.30 WIB, bahwa Suwardi berangkat dari rumah pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB untuk mencari sapinya yang lepas dari kandang.
Menurut keterangan Hosen, salah satu warga setempat, ia sempat melihat korban sedang menggiring sapi di dalam kawasan hutan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga Sabtu (4/4/2026) malam, korban tak kunjung tiba di rumah.
Pihak keluarga bersama sejumlah warga saat itu sempat melakukan pencarian terhadap korban di titik-titik yang biasa didatangi korban, namun belum membuahkan hasil. Hingga kemudian pihak keluarga melaporkan hilangnya korban kepada instansi terkait.
Pihak keluarga menyatakan bahwa korban dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis.
Merespons laporan tersebut, BPBD Situbondo melakukan assessment dan koordinasi di lokasi kejadian.
Setelah itu, BPBD Situbondo bersama Basarnas Banyuwangi, Polhut TN Baluran, TNI/Polri, hingga relawan Tagana, melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran.
Untuk memaksimalkan pencarian di area yang sulit dijangkau, tim menerjunkan dua unit drone milik Basarnas dan Polhut TN Baluran. Selain itu, armada motor trail juga disiagakan untuk menembus jalur-jalur sempit di dalam hutan.
Selama seminggu dilakukan pencarian terhadap korban, personel menghadapi medan yang didominasi semak belukar berduri, jalan menanjak, serta batuan cadas yang tajam. Hutan yang masih rimbun juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam melakukan penyisiran darat.
BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar lebih waspada dan menghindari masuk ke area hutan sendirian. Bagi warga yang melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan korban, diharapkan segera melapor ke kantor BPBD Situbondo atau aparat kepolisian terdekat.
Sebagai pengingat bagi masyarakat, korban atas nama Suwardi memiliki ciri-ciri:
- Tinggi badan ±165 cm, badan kurus, dan rambut hitam keriting pendek.
- Terakhir terlihat mengenakan kaos loreng TNI AL dan celana training biru.(*)
Penulis : Red







