Badrus Soleh, Tokoh Pemuda Situbondo.
SITUBONDO, realitapublik.id – Hari Raya Iduladha tidak sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan momentum besar untuk meneladani keikhlasan, ketaatan tanpa syarat, serta memperkuat solidaritas sosial. Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh pemuda Kabupaten Situbondo, Badrus Soleh, saat memaknai esensi Hari Raya Kurban 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026).
Pria yang akrab disapa Badrus asal Desa Ketah Kecamatan Subuh ini memaparkan tiga poin penting makna Iduladha dari kacamata generasi muda.
Pertama, sebagai inspirasi pengorbanan total. Ia menyebut keteguhan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS merupakan bukti bahwa cinta tertinggi harus bermuara pada ketaatan kepada Allah SWT. Bagi pemuda, hal ini menjadi simbol keberanian untuk berkorban demi tujuan yang lebih besar.
Poin kedua adalah menekan ego diri yang disimbolkan melalui hewan kurban. Menurut Badrus, menyembelih hewan kurban adalah metafora untuk mematikan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti egoisme, keserakahan, dan individualisme, untuk kemudian digantikan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Poin ketiga yang tidak kalah penting adalah penguatan solidaritas sosial. “Pembagian daging kurban menjadi instrumen pemerataan dan perekat silaturahmi. Kita sebagai pemuda harus menjadi motor penggerak keadilan sosial serta memastikan bantuan ini tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Badrus.
Menutup pandangannya, Badrus mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Ia berharap momentum ini menumbuhkan rasa keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup. “Semangat pengorbanan dan keimanan adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang penuh berkah dan damai,” pungkas alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini. (*)
Penulis : Abdul Hakim






