JAKARTA, realitapublik.id — Nilai tukar rupiah menunjukkan keperkasaannya terhadap mata uang Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi (17/7/2026). Mata uang Paman Sam tersebut terpantau lesu tidak hanya di hadapan rupiah, melainkan juga terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.
Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan pagi ini, dolar AS melemah 0,21 persen ke level Rp17.948 per dolar AS. Tren pelemahan ini sebenarnya sudah teramati sejak penutupan perdagangan hari sebelumnya, Kamis (16/7/2026), yang saat itu berada di posisi Rp17.986. Sementara itu, melansir data Google Finance, dolar AS bertengger di level Rp17.950 pagi ini.
Dolar AS Lesu Terhadap Mata Uang Global
Pelemahan nilai tukar mata uang Paman Sam tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mayoritas mata uang utama global lainnya juga kompak menekan posisi dolar AS pada perdagangan hari ini, di antaranya:
EUR (Euro): Dolar AS melemah 0,04%
GBP (Poundsterling): Dolar AS melemah 0,10%
AUD (Dolar Australia): Dolar AS melemah 0,20%
CAD (Dolar Kanada): Dolar AS melemah 0,03%
Meski demikian, dolar AS masih mencatatkan penguatan tipis secara terbatas terhadap beberapa mata uang lainnya. Mata uang tersebut terpantau menguat tipis sebesar 0,01 persen masing-masing terhadap JPY (Yen Jepang) dan CHF (Franc Swiss).
Apresiasi rupiah terhadap dolar AS ini mendapatkan reaksi positif dari berbagai kalangan. Menguatnya nilai tukar rupiah diharapkan dapat terus konsisten hingga mencapai titik optimal agar inflasi dapat lebih ditekan dan dikendalikan. Melalui stabilitas nilai tukar ini, momentum penguatan ekonomi nasional diharapkan dapat berjalan lebih akseleratif. (*)
Penulis : Fery Eka spt






