Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia.

i

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia.

SITUBONDO, realitapublik.id – Ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru tanah air, pulau Madura, hingga mancanegara seperti Malaysia, memadati Alun-alun Situbondo dan sejumlah ruas jalan protokol untuk menghadiri Haul Masyayikh Nusantara dan Doa Bersama untuk Indonesia, Minggu (19/07/2026).

Pantauan di lokasi, arus kedatangan jemaah yang menggunakan bus, kendaraan pribadi, hingga rombongan besar terus mengalir membanjiri “Kota Santri” sejak Sabtu malam. Guna mengantisipasi membeludaknya massa yang tidak tertampung di pusat acara, panitia memasang 25 unit videotron di berbagai titik strategis kota untuk mengurai kepadatan.

Atmosfer haru dan getaran spiritual yang mendalam sangat terasa saat acara dimulai. Gema lantunan doa dan Sholawat Nariyah yang dibacakan secara serempak oleh ratusan ribu jemaah membubung ke udara. Lantunan salawat ini tidak hanya berpusat di alun-alun, melainkan mengular hingga ke jalur-jalur utama kota, seperti Jalan PB Sudirman, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Pemuda di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji.

Baca Juga :  Bupati Anom Kena OTT KPK, Nurkholes Resmi Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pemalang

Majelis akbar ini dipimpin langsung oleh ulama kharismatik KHR. Kholil As’ad (Pengasuh Ponpes Walisongo, Situbondo). Acara ini juga dihadiri oleh ratusan kiai, masyayikh, dan ibu nyai dari berbagai pondok pesantren besar di Indonesia. Di antaranya Gus Kautsar (Ploso, Kediri), KH Zuhri Zaini (Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo), KH Kholil Dahlan (Pengasuh Ponpes Rejoso Peterongan, Jombang), serta KH Munir Syafa’at (Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadi-in, Kota Gede Yogyakarta).

Dalam tausiyahnya Gus Kautsar dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, menekankan pentingnya istikamah mengamalkan Sholawa.

Baca Juga :  Londo Ireng, Etika Kekuasaan, dan Martabat Negara Hukum

“Kita berharap baik kita maupun seluruh jamaah bisa terus istiqomah dalam membaca sholawat, khususnya Sholawat Nariyah. Ini menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Masyayikh yang juga Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan ini murni berasal dari swadaya masyarakat tanpa menyentuh dana APBD.

“Operasional kegiatan ini murni hasil iuran seluruh jemaah Salawat Nariyah Ittisholana. Tidak menggunakan APBD maupun anggaran Pemerintah Kabupaten Situbondo. Saya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para kiai dan pengasuh ponpes luar daerah yang telah berkenan hadir,” ujar pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut.

Baca Juga :  14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri

Mengingat Haul Masyayikh ini bukan agenda resmi pemerintah daerah, Mas Rio menambahkan bahwa keberlanjutan kegiatan ini ke depan diserahkan sepenuhnya kepada keputusan jemaah dan para masyayikh, termasuk KHR. Kholil As’ad. Berdasarkan informasi sementara, majelis akbar serupa kemungkinan baru akan digelar kembali dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Menariknya dari perhelatan ini adalah kuatnya nilai gotong royong warga lokal. Komunitas warga Situbondo dan Bondowoso secara sukarela mendirikan posko swadaya untuk menyediakan ratusan ribu nasi gulung, makanan, serta minuman gratis bagi para jemaah yang datang dari jauh.

Momentum ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga adab kepada guru serta melestarikan tradisi keilmuan para ulama.(*)

Penulis : Abdul Hakim

Berita Terkait

Lewat Program “Peduli Kasih”, DPD Golkar Tubaba Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran
Kantongi SHGB Sah, PT PMC Klarifikasi Sengketa Lahan di Tamansari Bogor
Pertama Kali dalam Sejarah, 10 Marga Pesisir Barat Bakal Unjuk Gigi di Festival Nyambai 2026
Atasi Kendala Nelayan, Pemkab Batang Rencanakan Pengadaan Kapal Keruk Baru di APBD-P 2026
Anjloknya Harga Telur, Ratusan Peternak di Batang Gelar Aksi Damai dan Bagikan 500 Ayam
Cara Mengubah Desil DTSEN Agar Bansos BPNT, PKH, PIP, dan Beras 10 Kg Cair Agustus 2026
Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita
Niat Tulus Majukan Desa, Jiono Resmi Calonkan Diri Sebagai Kepala Tiyuh Daya Sakti
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Lewat Program “Peduli Kasih”, DPD Golkar Tubaba Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Kantongi SHGB Sah, PT PMC Klarifikasi Sengketa Lahan di Tamansari Bogor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pertama Kali dalam Sejarah, 10 Marga Pesisir Barat Bakal Unjuk Gigi di Festival Nyambai 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Atasi Kendala Nelayan, Pemkab Batang Rencanakan Pengadaan Kapal Keruk Baru di APBD-P 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Cara Mengubah Desil DTSEN Agar Bansos BPNT, PKH, PIP, dan Beras 10 Kg Cair Agustus 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Niat Tulus Majukan Desa, Jiono Resmi Calonkan Diri Sebagai Kepala Tiyuh Daya Sakti

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Proyek Irigasi P3TGAI di Desa Bandar Sakti Dinilai Asal Jadi, Ketua P3A Diduga Hindari Konfirmasi Media

Berita Terbaru