Niat Baik Berujung Musibah, Dua Remaja Diserang Pria Diduga ODGJ

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, realitapublik.id — Niat tulus dua remaja asal Pekalongan untuk mengulurkan tangan kepada sesama justru berbuah peristiwa mencekam. Berawal dari kepedulian terhadap seorang pria yang tampak tersesat, aksi sosial keduanya berubah menjadi ancaman keselamatan saat dalam perjalanan menuju kantor polisi.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/7/2026) dini hari di kawasan Bantaran Klego, Pekalongan Timur. Kejadian bermula ketika S (15) dan rekannya, R, yang sedang berada di kawasan Perumahan Limas, mendapati seorang pria berinisial M bertingkah seperti orang kebingungan dan mondar-mandir di pemukiman warga.

 

Tergerak oleh rasa peduli, S menghampiri dan menyapa M secara santun untuk menawarkan bantuan. Namun, karena interaksi tidak berjalan komunikatif dan M tidak dapat memberikan keterangan yang jelas, S dan R berinisiatif mengantarkannya ke Polsek Pekalongan Timur agar mendapatkan penanganan yang tepat dari pihak berwenang.

Baca Juga :  IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026

 

Ketiganya kemudian berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor. R bertindak sebagai pengemudi, S duduk di posisi tengah, sementara M berbonceng di posisi paling belakang.

 

Namun, situasi kondusif berubah mendadak saat rombongan melintas di depan SMPN 10 Pekalongan, kawasan Bantaran Klego. Secara tiba-tiba, M bertindak agresif dengan melayangkan pukulan dan menarik tubuh pengemudi dari belakang hingga kendaraan nyaris hilang kendali.

 

Demi keselamatan bersama, sepeda motor segera dihentikan. Situasi kian memanas saat M kembali melayangkan serangan fisik secara beruntun ke arah S, sehingga upaya membela diri tidak terhindarkan. Di tengah kondisi panik, R berupaya mencari bantuan ke lingkungan sekitar hingga akhirnya warga dan rekan-rekan korban datang untuk mengamankan M. Pria tersebut sempat menunjukkan perlawanan fisik sebelum akhirnya berhasil ditenangkan dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Baca Juga :  FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026

 

Pihak Polsek Pekalongan Timur segera melakukan tindakan mediasi dan pemeriksaan mendalam. Dari hasil penelusuran, polisi tidak menemukan identitas resmi pada diri M. Kepada penyidik, M mengaku berasal dari Kabupaten Demak.

 

Berdasarkan hasil observasi dan pemeriksaan kepolisian, terungkap bahwa M diduga kuat mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Temuan ini sekaligus mematahkan dugaan awal masyarakat yang sempat mengira M sebagai pelaku tindak pidana pembegalan.

Baca Juga :  Kunjungi Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Anggota DPRD Lampung Putra Jaya Umar Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan

 

Mengetahui kondisi kejiwaan M yang sebenarnya, orang tua dari kedua korban, yakni WL (orang tua S) dan RZ (orang tua R), menunjukkan empati yang mendalam. Atas dasar kemanusiaan, keluarga korban memilih untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum dan memohon agar M dapat dibantu untuk kembali ke daerah asalnya.

 

Merespons permohonan tersebut secara humanis, penyidik Polsek Pekalongan Timur memfasilitasi kepulangan M. Pada Jumat siang (24/7/2026), petugas mendampingi M menuju terminal dan membelikannya tiket bus agar dapat kembali ke Kabupaten Demak dengan aman.

Penulis : Wildan Purna Irawan

Berita Terkait

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta
Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir
Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:53 WIB

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan

Rabu, 23 September 2026 - 12:44 WIB

IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta

Berita Terbaru