Didorong Civitas Akademika dan Senat, Prof. Warsito Menyatakan Siap “Mulang Tiyuh” Membangun Unila

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id — Gelombang dukungan dan aspirasi agar Universitas Lampung (Unila) memasuki babak baru pembangunan institusi terus menguat. Sejumlah perwakilan guru besar dan dosen Unila menemui Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Warsito, Ph.D., dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

 

Rombongan yang dipimpin oleh Prof. Mustofa Usman, Ph.D., menyampaikan bahwa kedatangan mereka membawa amanah dan aspirasi dari civitas akademika serta dukungan lebih dari 20 anggota Senat Universitas Lampung. Mereka berharap Prof. Warsito bersedia mulang tiyuh (pulang kampung) untuk mengabdikan pengalaman serta kapasitas kepemimpinannya demi kemajuan kampus Unila.

 

Dukungan tersebut dinilai memiliki landasan yang kuat. Prof. Warsito bukanlah sosok baru di lingkungan Universitas Lampung. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika FMIPA, Dekan FMIPA, hingga Ketua Senat Universitas Lampung, serta telah mengemban jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar sejak 13 tahun lalu.

Baca Juga :  DPRD Tubaba Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027

 

Rekam jejak kepemimpinannya kemudian merambah tingkat nasional hingga internasional. Saat bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Paris, Prancis, Prof. Warsito aktif memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Prancis di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan akademik. Saat ini, ia memegang amanah sebagai Deputi IV Kemenko PMK yang membidangi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, sekaligus mengoordinasikan berbagai kebijakan strategis pembangunan manusia.

 

Bagi para utusan, pengalaman dan jejaring luas yang dimiliki Prof. Warsito menjadi modal krusial untuk membawa Unila semakin terbuka di tingkat nasional dan global, tanpa kehilangan akar budaya serta identitasnya sebagai perguruan tinggi yang tumbuh bersama masyarakat Lampung.

 

Keterikatan Prof. Warsito dengan Unila juga terus diwujudkan melalui kontribusi pemikiran strategis. Salah satunya adalah inisiasi pengembangan Cassava Centre bekerja sama dengan Bappenas dan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai center of excellence berbasis komoditas singkong. Pusat unggulan ini dirancang untuk menjadi ikon baru Unila sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai sentra singkong nasional melalui integrasi pendidikan, riset, inovasi, hilirisasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Tubaba Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027

 

Menanggapi aspirasi dan dorongan tersebut, Prof. Warsito menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan dari para akademisi Unila.

 

“Apabila benar ini merupakan amanah yang lahir dari harapan bersama untuk kemajuan Universitas Lampung, maka dengan mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim, saya menyatakan siap menunaikan amanah ini. Universitas Lampung adalah rumah asal saya. Ke mana pun saya mengemban tugas, hati dan pengabdian saya tidak pernah jauh dari Unila,” ujar Prof. Warsito.

Baca Juga :  DPRD Tubaba Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027

 

Ia menegaskan, jika takdir dan seluruh proses pencalonan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, ia siap mempersembahkan seluruh kemampuan dan jejaringnya demi kemajuan kampus tercinta. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan perguruan tinggi besar tidak bisa dilakukan secara individu.

 

“Kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dibangun oleh satu atau sekelompok orang saja. Universitas besar membutuhkan kolaborasi, integritas, budaya akademik yang sehat, serta keterlibatan aktif seluruh civitas akademika dan alumni. Unila harus menjadi rumah besar ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian yang manfaatnya dirasakan nyata oleh masyarakat Lampung dan Indonesia,” pungkasnya.

 

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Aspirasi yang bergulir ini diharapkan menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan civitas akademika, membawa Universitas Lampung semakin unggul, berintegritas, serta diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Berita Terkait

DPRD Tubaba Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:03 WIB

DPRD Tubaba Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Didorong Civitas Akademika dan Senat, Prof. Warsito Menyatakan Siap “Mulang Tiyuh” Membangun Unila

Berita Terbaru