YOGYAKARTA, realitapublik.id — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang saat ini berada pada status Siaga (Lvl III). Gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Central ini teramati menyemburkan lava pijar dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah Sungai Krasak pada Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Merapi sempat tertutup kabut dengan kondisi cuaca di sekitarnya cenderung berawan. Namun, kawah utama teramati menyemburkan kubah asap berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 100 meter dari puncak kawah.
Secara meteorologi, suhu udara di sekitar area Gunung Merapi tercatat berkisar antara 15{,}9\text{–}17{,}3\text{ }^\circ\text{C} dengan tingkat kelembapan udara mencapai 74\text{–}95{,}9\%.
Mengutip data dari portal resmi MAGMA BPPTKG, terekam serangkaian aktivitas kegempaan vulkanik dalam periode pengamatan, dengan rincian sebagai berikut:
Gempa Guguran: Terekam sebanyak 27 kali.
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Terekam sebanyak 16 kali.
Gempa Vulkanik Dangkal: Terekam sebanyak 1 kali.
Gempa Tektonik Jauh: Terekam sebanyak 1 kali.
Mengingat status Gunung Merapi yang masih sangat aktif, potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava pijar, awan panas guguran, serta lontaran material vulkanik saat terjadi erupsi.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi dari pihak berwenang. Warga juga diharapkan selalu siap siaga mengambil langkah mitigasi guna mengutamakan keselamatan jiwa serta menyelamatkan harta benda jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas lanjutan. (*)
Penulis : Fery Eka spt






