YOGYAKARTA, realitapublik.id — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan periode 18 hingga 24 September 2026, status Gunung Merapi dipertahankan pada Level III (Siaga).
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa suplai magma di dalam perut gunung masih terus berlangsung. Kondisi ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujar Agus dalam laporan resmi aktivitas mingguan Gunung Merapi, Sabtu (26/9/2026).
Secara visual, cuaca di sekitar area gunung umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan pada siang hingga sore hari tertutup kabut. Dari kawah utama, teramati asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, bertekanan lemah, membumbung setinggi 10 hingga 100 meter di atas puncak kawah.
Selain itu, aktivitas erupsi efusif berupa guguran lava terpantau cukup aktif meluncur ke sejumlah sektor hulu sungai di sekitar lereng Gunung Merapi. Dalam sepekan, terekam lebih dari 100 kali guguran lava dengan rincian sebagai berikut:
Hulu Kali Sat/Putih: Terekam 53 kali guguran lava (jarak luncur maksimum 2.000 meter).
Hulu Kali Krasak: Terekam 41 kali guguran lava (jarak luncur maksimum 1.900 meter).
Hulu Kali Bebeng: Terekam 9 kali guguran lava (jarak luncur maksimum 1.800 meter).
Hulu Kali Boyong: Terekam 8 kali guguran lava (jarak luncur maksimum 2.500 meter).
Sementara dari pemantauan instrumental, jaringan seismik BPPTKG merekam aktivitas kegempaan dengan intensitas yang sedikit lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Rincian kegempaan meliputi 560 kali gempa Fase Banyak (MP), 512 kali gempa Guguran (RF), 16 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), dan 8 kali gempa Tektonik (TT).
Pemerintah setempat bersama instansi terkait mengimbau warga masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di radius kawasan rawan bencana untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Bagi warga yang berada di area potensi bahaya, diharapkan bersiap mengungsi ke lokasi perlindungan aman yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Masyarakat juga diimbau terus memantau pembaruan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik Gunung Merapi. (Fery Eka spt)






