Pekalongan realitapublik.id — Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana banjir, LSM Pejuang 24 mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Kegiatan kemanusiaan tersebut mulai dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dapur umum LSM Pejuang 24 berlokasi di Jl. Gajah Mada (depan Hotel Indonesia), Kota Pekalongan, dan menjadi pusat pengolahan serta distribusi makanan bagi warga terdampak banjir di berbagai wilayah.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 500 nasi kotak dibagikan kepada warga di Jl. Slamet, Bendan Kergon, RW 011, salah satu wilayah yang hingga saat ini masih mengalami genangan banjir dan keterbatasan aktivitas warga.
Ketua Umum LSM Pejuang 24, Silva Hadi, menyampaikan bahwa pendirian dapur umum tersebut merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat dampak banjir.
“Dapur umum ini kami dirikan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan. Setiap hari kami menyalurkan 500 nasi kotak, dengan sistem pembagian secara bergiliran dari satu wilayah ke wilayah lainnya, dengan prioritas pada daerah yang masih tergenang banjir,” ujar Silva Hadi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran LSM Pejuang 24 di tengah masyarakat bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan bentuk keterlibatan langsung dalam membantu warga menghadapi dampak bencana.
“Dalam situasi darurat seperti ini, masyarakat membutuhkan kehadiran dan aksi nyata. Selama masih ada warga yang terdampak dan membutuhkan bantuan, dapur umum ini akan terus kami upayakan berjalan sesuai dengan kemampuan yang ada,” tambahnya.
Selain menyalurkan bantuan makanan, para relawan LSM Pejuang 24 juga melakukan pemantauan kondisi lapangan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Ke depan, distribusi bantuan akan dilanjutkan ke wilayah lain secara bertahap, menyesuaikan dengan tingkat genangan dan kebutuhan warga.
Melalui kegiatan ini, LSM Pejuang 24 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong, mengingat penanganan dampak bencana merupakan tanggung jawab bersama demi kepentingan kemanusiaan.
Penulis : Wildan







