Pekalongan Raya Cetak Sejarah: Empat Pemda Gandeng Investor Tiongkok Garap Proyek Listrik Tenaga Sampah Senilai Rp1 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

KOTA PEKALONGAN, Realitapublik.id — Empat pemerintah daerah di kawasan Pekalongan Raya resmi menyepakati kerja sama strategis pengolahan sampah berbasis teknologi Waste to Energy (WTE). Melalui proyek ini, tumpukan sampah dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang akan disulap menjadi energi listrik sebagai solusi jangka panjang krisis lingkungan.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan di Hotel Aston Syariah Kota Pekalongan, Selasa (27/01/2026) malam. Hadir langsung Wali Kota Pekalongan H.A Afzan Arslan Djunaid, Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, serta perwakilan Pemkab Batang dan investor dari Tiongkok.

 

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf), mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan jawaban atas problem klasik sampah yang sulit tertangani hanya dengan APBD. Saat ini, Kota Pekalongan baru mampu mengelola sekitar 50–60 persen total sampahnya.

Baca Juga :  Gaya Nyentrik Bupati Novriwan Jaya di HUT ke-17 Tubaba: Naik Vespa ke Lapangan Upacara hingga Paparkan SPPG Mandiri

 

“Kalau mengandalkan APBD saja tentu berat. Alhamdulillah, ada investor serius dari Tiongkok di bawah Chinese People Political Consultative Conference yang dipimpin Dr. Xing Jun. Ini adalah langkah konkret agar persoalan sampah tidak semakin membebani daerah,” ujar Wali Kota Aaf.

 

Fasilitas pengolahan raksasa ini disepakati akan dibangun di wilayah Kabupaten Pekalongan, mengingat keterbatasan lahan di Kota Pekalongan.

 

Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup RI, H. Erwin Izharuddin, SE, menjelaskan bahwa proyek ini bernilai fantastis, diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun (sekitar 300 juta dolar AS). Menariknya, proyek ini menggunakan skema Build, Operate, Transfer (BOT).

Baca Juga :  Jalan Bergelombang Picu Kecelakaan Satu Keluarga di Kedungwuni, Seorang Anak Tak Sadarkan Diri

 

“Investasi ini murni dari swasta, bukan dari pemerintah. Kewajiban Pemda hanya menyediakan lahan dan menjamin suplai sampah minimal 1.000 hingga 1.200 ton per hari dari empat daerah tersebut,” jelas Erwin.

 

Setelah masa operasional 25 hingga 30 tahun berakhir, seluruh instalasi dan teknologi akan dihibahkan menjadi milik Pemerintah Daerah.

 

Instalasi WTE ini diprediksi mampu memproduksi listrik sebesar 15–20 Megawatt per hari. Selain instalasi pengolahan, investor juga akan menyediakan armada pengangkut berupa truk sampah berbasis listrik untuk mendukung operasional yang ramah lingkungan.

Baca Juga :  Warga Semarang Tengah Bersiap! Simak Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini

 

Beberapa poin penting dalam kesepakatan:

Penyediaan SDM: Tenaga kerja lapangan (sopir dan petugas) tetap memprioritaskan warga lokal.

Pembagian Hasil: Distribusi listrik akan dibagi proporsional berdasarkan kontribusi volume sampah masing-masing daerah.

Komitmen Lintas Kepemimpinan: MoU ini dirancang mengikat secara jangka panjang agar proyek tetap berjalan meski terjadi pergantian kepala daerah.

 

“Jangan sampai ganti pimpinan lalu kebijakan berubah. Ini investasi besar, kita harus menunjukkan bahwa pemerintah daerah sangat serius dan fair terhadap investor,” tegas Wali Kota Aaf.

 

Guna memastikan kelancaran perizinan dan koordinasi teknis, pemerintah telah membentuk Satgas Waste to Energy untuk mengawal proyek ini hingga resmi beroperasi pada tahun 2026 mendatang.

Penulis : Wagiyono

Berita Terkait

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh

Berita Terbaru