SEMARANG, Realitapublik.id — Kabar gembira bagi warga Jawa Tengah. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di 308 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota hingga Maret 2026 mendatang.
Langkah strategis ini diambil untuk meringankan beban masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap merangkak naik menjelang bulan puasa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung aksi GPM perdana yang berlokasi di Pucang Gading, Mranggen, Demak (perbatasan Kota Semarang), Jumat (13/02/2026). Ia menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat saat ekonomi sedang fluktuatif.
“Kita sudah punya jadwal rutin untuk kegiatan GPM ini di seluruh wilayah. Ini adalah bagian dari program nasional untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” ujar Ahmad Luthfi.
Meski stok pangan di Jawa Tengah saat ini dalam kondisi surplus (aman), beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. Tercatat, harga cabai telah menyentuh angka Rp77.800/kg (naik 35,7% dari harga acuan), disusul kenaikan tipis pada Minyakita, daging kerbau beku, dan jagung pakan.
Hadirnya GPM menjadi penyelamat bagi para ibu rumah tangga. Tuty, salah satu pembeli di lokasi, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang cukup jauh dari pasar.
“Di pasar harga cabai hampir Rp100 ribu, tapi di GPM ini cuma Rp65 ribu. Minyak goreng juga jauh lebih murah. Sangat membantu untuk stok puasa nanti,” ungkapnya senang.
Aksi GPM di Pucang Gading melibatkan 11 pelaku usaha, mulai dari Bulog, JTAB, UMKM binaan, hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan) lokal. Namun, pemerintah tidak hanya mengandalkan pasar murah.
Gubernur Ahmad Luthfi memerintahkan Satgas Pangan untuk terus melakukan penyisiran guna mengantisipasi adanya spekulan nakal yang mencoba menimbun stok.
“Pengawasan harus ketat, kita sisir mulai dari tingkat petani, distributor, hingga sampai ke tangan konsumen. Jangan sampai ada permainan harga di tengah jalan,” tegas Gubernur.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghimbau masyarakat untuk memantau jadwal GPM di wilayah masing-masing dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga miring.
Penulis : Fery Eka spt







