LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

i

Gambar Ilustrasi

PASURUAN, realitapublik.id — Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kg atau “gas melon” mulai menghantui warga Kota Pasuruan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terpantau melanda wilayah Kecamatan Gadingrejo di Kelurahan Sebani dan Gading yang memaksa warga hingga pelaku UMKM harus “berburu” lintas kecamatan demi menjaga dapur tetap ngebul.

 

“Sangat sulit mencari stok gas 3 kg sekarang. Kalaupun ada, harganya sudah tidak menentu dan kami harus berkeliling jauh ke daerah lain,” keluh Rokhim, salah seorang agen pengecer di wilayah Sebani, Sabtu (11/04/2026).

Baca Juga :  Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

 

Merespons keresahan yang meluas, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Plt. Kabid Disperindag, Yudhi Harnendro, memberikan klarifikasi berdasarkan koordinasi bersama Bagian Perekonomian dan Hiswana Migas. Kelangkaan ini disebut sebagai dampak dari keterlambatan distribusi skala nasional.

 

Dalam keterangan resminya, Hiswana Migas melalui Bagian Perekonomian menjelaskan bahwa gangguan pasokan ini disebabkan oleh keterlambatan sandar kapal tanker pengangkut gas.

 

“Informasi dari Hiswana Migas bahwa kondisi ini disebabkan keterlambatan distribusi (kondisi ini terjadi di semua daerah). Pengisian di SPPBE baru dilakukan malam ini setelah kapal tanker tiba di Perak sore hari ini,” jelas edaran Bagian Perekonomian.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Kades AMJ Temui Dasco, Minta Tambah Masa Jabatan dan Penghapusan Pilkades

 

Pemerintah memastikan penyaluran ke tingkat pangkalan akan kembali normal mulai Minggu pagi esok. Namun, untuk menghindari aksi borong (panic buying) dan memastikan pemerataan stok, diberlakukan kebijakan pembatasan pembelian sementara.

 

Berikut adalah jatah maksimal pembelian yang harus dipatuhi oleh setiap pangkalan:

Rumah Tangga: Maksimal 1 tabung per orang.

Baca Juga :  Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

UMKM: Maksimal 2 tabung per pelaku usaha.

 

Bagian Perekonomian Kota Pasuruan meminta kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menimbun stok gas secara berlebihan.

 

“Mohon dukungan Bapak/ibu untuk membantu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan,” tulisnya.

 

Kini, warga Kota Pasuruan menaruh harapan besar pada realisasi janji distribusi esok hari. Normalnya pasokan gas melon menjadi kunci agar aktivitas dapur rumah tangga dan geliat ekonomi UMKM di Pasuruan tidak terus terganggu.

Penulis : Saichu

Berita Terkait

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi
Puluhan Ribu Kades AMJ Temui Dasco, Minta Tambah Masa Jabatan dan Penghapusan Pilkades
Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Alumni HMI Punya Kontribusi Besar bagi Perjalanan Bangsa
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian
Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit
Usai Ditetapkan Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:44 WIB

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Kamis, 10 September 2026 - 06:35 WIB

Puluhan Ribu Kades AMJ Temui Dasco, Minta Tambah Masa Jabatan dan Penghapusan Pilkades

Rabu, 9 September 2026 - 16:44 WIB

Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Alumni HMI Punya Kontribusi Besar bagi Perjalanan Bangsa

Minggu, 6 September 2026 - 14:07 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

Rabu, 2 September 2026 - 07:09 WIB

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

Selasa, 1 September 2026 - 08:10 WIB

Usai Ditetapkan Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah

Selasa, 1 September 2026 - 07:41 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik

Berita Terbaru