KOTA PASURUAN, realitapublik.id — Komitmen Polres Pasuruan Kota dalam menjaga ketertiban jalan raya kembali dibuktikan. Menindaklanjuti laporan cepat masyarakat melalui layanan Call Center 110, petugas gabungan bergerak taktis membubarkan aksi balap liar yang meresahkan di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (16/05/2026) dini hari.
Aksi balap liar sekelompok pemuda tersebut dilaporkan warga karena selain memicu kebisingan di jam istirahat, juga sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain akibat aksi ngebut dengan kendaraan yang tidak sesuai standar teknis (knalpot brong).
Menerima laporan darurat tersebut, personel yang tergabung dalam Peleton Siaga Polres Pasuruan Kota langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Mengetahui kedatangan mobil patroli petugas, kerumunan pemuda yang memadati pinggir jalan spontan kocar-kacir. Beberapa pelaku bahkan nekat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi demi meloloskan diri dari kepungan petugas.
Namun, berkat kesigapan dan barikade yang disiapkan anggota di lapangan, petugas berhasil mengamankan 4 orang remaja beserta dua unit sepeda motor yang diduga kuat menjadi armada balap liar.
Keempat remaja yang terjaring operasi tersebut langsung digelandang ke Mapolres Pasuruan Kota untuk menjalani pemeriksaan, pendataan, serta pembinaan lebih lanjut dengan memanggil orang tua masing-masing.
Sementara itu, dua unit kendaraan roda dua yang kedapatan protolan langsung dijatuhi sanksi tilang di tempat oleh personel Satlantas Polres Pasuruan Kota sebagai efek jera.
Kapolres Pasuruan Kota melalui Kabag Ops, Kompol Miftaful M.B.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi para pelaku jalanan yang mengganggu ketertiban umum.
“Setiap aduan masyarakat yang masuk melalui Call Center 110 pasti kami tancap gas tindak lanjuti. Kami tidak ingin ruang publik dikuasai oleh aktivitas ilegal yang membahayakan nyawa masyarakat,” tegas Kompol Miftaful.
Lebih lanjut, Kabag Ops juga mengetuk kesadaran para orang tua di Kota Pasuruan agar lebih ketat mengawasi jam malam anak-anak mereka.
“Peran keluarga adalah benteng utama. Jangan biarkan anak-anak kita keluar hingga dini hari tanpa tujuan jelas, yang akhirnya terjerumus dalam kenakalan remaja seperti balap liar ini,” pungkasnya.
Penulis : Malik
Editor : Chu






