Al Hassanah Foundation: Pidato Presiden Prabowo Jadi Kebanggaan Rakyat Desa

- Jurnalis

Rabu, 23 Oktober 2024 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Al Hassanah Foundation, Syekh Najib Salim Atamimi, saat diwawancarai awak media.

i

Pendiri Al Hassanah Foundation, Syekh Najib Salim Atamimi, saat diwawancarai awak media.

PROBOLINGGO – Pidato perdana Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, selepas dilantik di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024), mendapat respon luar biasa dari rakyat Indonesia di pedesaan. Rakyat pedesaan sangat bangga dan sekaligus menjadi harapan untuk Indonesia lebih baik.

 

Hal itu disampaikan oleh Pendiri Al Hassanah Foundation dan sekaligus penggagas Mujadalah Kiai Kampung, Syekh Najib Salim Atamimi, Rabu (23/10/2024).

 

Respon bangga dari masyarakat di pedesaan itu diketahui setelah Al Hassanah Foundation menggelar tasyakuran dan doa bersama atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

Tasyakuran dan doa bersama dengan ribuan warga, kiai kampung, para habaib dan warga adat Tengger tersebut, di Desa Suko, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (20/10/2024) malam.

 

Menurut Syekh Najib, begitu populer disapa, pidato Presiden Prabowo memang sangat luar biasa. Tegas, lugas, jelas, detail, memahami persoalan hingga di kondisi di pedesaan, bermutu dan bernilai harapan luar biasa kepada rakyat dan Indonesia.

 

“Rakyat Indonesia di pedesaan mengaku sangat bangga memiliki Presiden Prabowo yang tahu betul kondisi rakyat di pedesaan. Hal itu bisa dilihat dari isi pidatonya,” katanya.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Alumni HMI Punya Kontribusi Besar bagi Perjalanan Bangsa

 

Mengutip penggalan pidato Presiden Prabowo, yang paling detail atas jasa masyarakat pedesaan adalah:

 

“Dan kita harus paham dan ingat selalu pengorbanan yang paling besar adalah pengorbanan dari rakyat kita yang paling miskin, wong cilik yang berjuang, yang memberi makan kepada pejuang-pejuang. Janganlah kita lupa waktu kita perang kemerdekaan kita tidak punya anggaran, APBN, pasukan kita tidak digaji.”

 

“Siapa yang memberi makan kepada kita? Yang memberi makan adalah para petani di desa-desa, para nelayan, para pekerja, terus menerus mereka yang mendirikan Republik Indonesia.”

 

“Cita-cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik bisa senyum, bisa tertawa. Kita harus ingat bahwa kekuasaan itu adalah milik rakyat, kedaulatan itu adalah kedaulatan rakyat.”

 

“Kita berkuasa seizin rakyat. Kita menjalankan kekuasaan harus untuk kepentingan rakyat. Kita harus selalu ingat, setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat, pekerjaan kita harus untuk rakyat.”

 

“Pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat. Kita harus mengerti selalu sadar selalu bahwa bangsa yang merdeka adalah bangsa di mana rakyatnya merdeka.”

Baca Juga :  Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

 

“Rakyat harus bebas dari ketakutan, bebas dari kemiskinan, bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, bebas dari penindasan, bebas dari penderitaan.”

 

“Saudara-saudara, masih ada saudara-saudara kita usianya di atas 70 tahun masih menarik becak. Ini bukan ciri-ciri bangsa yang merdeka. Hanya kalau kita bisa wujudkan keadaan di mana rakyat sungguh merasa dan menikmati kemerdekaan, baru kita boleh sungguh-sungguh puas dan bangga dengan prestasi Indonesia merdeka.”

 

“Marilah kita kerja keras dan berjuang tanpa menyerah. Mari kita menghimpun dan menjaga semua kekayaan kita. Jangan mau kekayaan kita diambil murah oleh pihak-pihak lain. Semua kekayaan kita harus sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat kita.”

 

Hal tersebut jelas Syekh Najib, yang membuat dan akan selalu diingat oleh masyarakat pedesaan. “Karena Pak Prabowo itu sangat tahu betul kondisi yang sebenarnya masyarakat di pedesaan,” katanya.

 

Melihat dari susunan Kabinet Merah Putih, yang sudah dilantik oleh Presiden Prabowo, Syekh Najib menilai, adalah bentuk komitmen dan nilai perjuangan yang sudah dilakukan. “Sosok Presiden Prabowo adalah sosok yang tidak pernah melupakan orang-orang yang berjasa kepada dirinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Kades AMJ Temui Dasco, Minta Tambah Masa Jabatan dan Penghapusan Pilkades

 

Saat ini, setelah susunan Kabinet Merah Putih dilantik, tinggal dilihat seperti apa dan sejauh mana kinerja para Menteri, Wakil Menteri, Badan dan lembaga lainnya yang sudah dilantik. “Semoga betul-betul bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan dan dicita-citakan pak Presiden Prabowo.

 

Harapan Presiden Prabowo, semua jajaran Menteri dan Wakil Menterinya, pejabat pemerintah semuanya, untuk kerja keras dan berjuang tanpa menyerah.

 

“Mari kita menghimpun dan menjaga semua kekayaan kita. Jangan mau kekayaan kita diambil murah oleh pihak-pihak lain. Semua kekayaan kita harus sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat kita.”

 

“Kami siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Kita siap bekerja keras menuju Indonesia Emas. Menjadi bangsa yang kuat, merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Kita tidak mau mengganggu siapapun, kita tidak mau mengganggu bangsa lain, tapi kita juga tidak mengizinkan bangsa manapun mengganggu kita.”

 

“Itulah yang diharapkan Presiden Prabowo. Semoga para Menteri dan Wamennya, segera gerak cepat untuk memberikan yang terbaik kepada rakyat. Membawa Indonesia lebih baik dari sebelumnya. Pendidikan lebih diperhatikan, kemiskinan dan pertanian harus menjadi yang utama,” katanya.(*)

Penulis : Saiful

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi
Puluhan Ribu Kades AMJ Temui Dasco, Minta Tambah Masa Jabatan dan Penghapusan Pilkades
Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Alumni HMI Punya Kontribusi Besar bagi Perjalanan Bangsa
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian
Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit
Usai Ditetapkan Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:44 WIB

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Kamis, 10 September 2026 - 06:35 WIB

Puluhan Ribu Kades AMJ Temui Dasco, Minta Tambah Masa Jabatan dan Penghapusan Pilkades

Rabu, 9 September 2026 - 16:44 WIB

Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Alumni HMI Punya Kontribusi Besar bagi Perjalanan Bangsa

Minggu, 6 September 2026 - 14:07 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

Rabu, 2 September 2026 - 07:09 WIB

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

Selasa, 1 September 2026 - 08:10 WIB

Usai Ditetapkan Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah

Selasa, 1 September 2026 - 07:41 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Pendidikan

Tampar Siswa Gara-Gara Baju Lurik, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:27 WIB