PASURUAN realitapublik.id – Tak terima, Setelah beredar berita Wakil Bupati Pasuruan H. Shobih Asrori melepas segel SDN Jeladri 1 pada Rabu (27/2/25), selang beberapa jam beranjaknya Wakil Bupati, ahli waris kembali menyegel setelah mengetahui dari berita atau vidio yang tersebar.
Kebahagiaan sesaat yang dirasakan oleh guru, murid didik dan wali murid pupus dalam sesaat setelah mengetahui penyegelan kembali oleh pihak keluarga yang mengaku bahwa tanah tersebut masih milik orangtuanya.
Dimana sebelumnya, Gus Shobih menyatakan jika pihak yang mengaku ahli waris ingin menggugat harus melakukan ke pengadilan jangan sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah serta melihat bukti menjadi milik SDN Jeladri 1.
“Ahli waris jika ingin menggugat harus mengajukan ke pengadilan, jangan sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar, dan setelah saya lihat bukti pemilikan di sekolah, bukti kuat bahwa sekolahan ini sudah menjadi milik SDN Jeladri 1,” ungkapnya.
Di himpun dari beberapa Narasumber, Alex Fernando yang mengaku sebagai ahli waris tak terima atas dibuka segel dan menantang adu data berkas tanah tempat didirikannya SDN Jeladri 1 yang diakui masih milik orang tuanya. Kamis (27/2/25)
“Berkas tanah masih milik orang tua saya dan tidak ada peralihan. Monggo kalau pihak Pemerintah adu data siapa yang jelas…pajak taunan saya terus yang bayar sampai Tahun 2025 apakah salah saya ingin tau status tanah itu dan kalau ada bukti yang kuat dari Pemerintah. Monggo kita adakan audensi, kita adu data kalau memang Pemerintah punya surat yang kuat monggo di ambil, tapi kalau tidak bisa membuktikan ya ganti untung. Saya siap selaku ahli waris untuk adu data untuk tanah itu,” bebernya.
Tak cukup disitu, Alex dibantu saudaranya pun memfidiokan dirinya disaat pemasangan kembali segel yang berupa banner di depan pintu sekolah dengan mengatakan.
“Ini Pak, saya selaku ahli waris Pak, saya membayar SPPT setiap tahunnya mulai dari orang tua dulu masih hidup sampai sekarang, kalau dari pihak ahli waris punya data-datanya monggo,” ujarnya.

Ia dibantu beberapa saudaranya juga memfidiokan pemotongan pohon di dalam sekolah dan juga menggembok pintu gerbang sekolah SDN Jeladri 1 agar tidak dapat dimasuki oleh orang lain sebelum masalah sengketa terselesaikan.
“Sepurane, sepurane ngge. Kulo tutup male niki, kulo tebang pohonnya. Pohonnya saya tebang tutup gembok. Kulo tebang pohonnya,” ucapnya.
Penulis : Tim
Editor : Saichu







