Pungli Berkedok Sumbangan, Siswa SMAN 1 Grati Terancam Gagal Ujian Meski Ada Dana BOS

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

PASURUAN, realitapublik.id — SMAN 1 Grati, Kabupaten Pasuruan, menjadi sorotan setelah muncul dugaan pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan komite sekolah. Para siswa diminta membayar Rp 115.000 per bulan, atau sekitar Rp 1.380.000 per tahun, sebagai syarat untuk mendapatkan kartu ujian. Jika tidak membayar, siswa dikabarkan tidak dapat mengikuti ujian.

Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan tekanan yang dirasakan.

“Kalau nggak bayar uang sumbang komite, kami nggak bisa ikut ujian. Soalnya, untuk dapetin kartu ujian, harus lunas dulu sumbangannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Buka FH Volleyball Talent Hunt U-18 Cup, Firdaus Hasbullah Ajak Atlet Muda PALI 'Gas Jadi Bintang'

Padahal, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8/P/2024, SMAN 1 Grati telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 1.846.460.000 untuk tahun anggaran 2025. Dengan jumlah siswa sebanyak 1.199 orang, secara matematis setiap siswa mendapat alokasi sekitar Rp 1,54 juta per tahun dari dana BOS.

Baca Juga :  Perjalanan Linda Benny: Dari Pengusaha Sukses Delanggu hingga Mengemban Amanah Wabup Klaten

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah dana BOS yang sudah digelontorkan Pemerintah belum mencukupi kebutuhan sekolah, hingga masih memberlakukan pungutan kepada siswa?

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dan pihak berwenang agar tidak ada lagi siswa yang kehilangan hak belajar hanya karena kendala biaya. Pendidikan seharusnya menjadi hak yang bisa diakses semua anak tanpa diskriminasi ekonomi.

Baca Juga :  Geger! Buruh Cabut Singkong Temukan Mayat Bayi Laki-Laki di Abung Timur

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus dijamin tanpa diskriminasi, dan segala bentuk pungutan yang menghambat akses siswa ke pendidikan harus segera ditindak.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak SMAN 1 Grati belum memberikan respons atas pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp. Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk mendapatkan klarifikasi terkait, namun pihak sekolah belum memberikan jawaban.

Penulis : Tim

Editor : Red

Berita Terkait

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri
Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Berita ini 299 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Berita Terbaru