KOTA PASURUAN realitapublik.id – Suatu peristiwa yang dikira oleh masyarakat adalah fenomena alam, terjadi di Kelurahan Karangketuq, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, pada Rabu (2/7/2025) sekira pukul 12:00 WIB.
Awalnya, masyarakat mengira yang terjadi di daerah sekitar tempat tinggalnya pada waktu tersebut, adalah hujan salju. Sebab, buliran menyerupai salju itu terlihat beterbangan di atas atap rumah warga.
Namun setelah dilihat lebih dekat oleh warga, buliran itu ternyata bukan salju tapi serbuk kayu.
“Saya kira hujan salju, ternyata serbuk kayu yang terbawa angin dan berterbangan,” kata salah satu warga setempat kepada realitapublik.id.
Setelah ditelusuri oleh masyarakat setempat, serbuk kayu itu diduga berasal dari sebuah pabrik pengolahan kayu yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pabrik pengolahan kayu ini milik PT Balsa Wood Indo Indah.
“Serbuk yang berterbangan itu berasal itu dari pabrik kayu sebelah, serbuk kayu itu terbawa angin hingga berjarak sekitar 50 meter lebih,” ujarnya.
Melihat kondisi lingkungan di daerah tempatnya terkena dampak dari limbah produksi pengelohan kayu, masyarakat setempat merasa khawatir karena kualitas udara di daerah tempat tinggalnya tercemari.
Tidak menunggu lama, ketua RW dan beberapa orang perwakilan masyarakat setempat bergegas mendatangi pabrik kayu tersebut untuk meminta penjelasan.
“Kita bersama pak RW mendatangi tempat pabrik itu untuk menanyakan ke pihak pabrik, kok bisa terjadi hal ini?,” kata warga yang turut mendatangi pabrik.
Setibanya di pabrik, menurut keterangan warga, pihak pabrik telah menemui dan memberi penjelasan terkait serbuk yang beterbangan tersebut.
Sementara itu, tim realitapublik.id saat hendak menemui HRD PT Balsa Wood Indo Indah yang berlokasi di Kelurahan Karangketuq, pada Kamis (04/7/2025), HRD yang seharusnya menjadi narahubung utama tidak bisa ditemui.
Padahal dari informasi didapat saat tim realitapublik.id berada di pabrik, kalau HRD ada di tempat. Tapi kemudian menerima informasi lagi kalau HRD tidak berada di tempat karena sedang menghadiri rapat di Surabaya.
Akhirnya, hanya petugas keamanan (Satpam) yang bisa ditemui tim realitapublik.id di pabrik tersebut.
Menurut Satpam yang ditemui tim realitapublik.id, terkait serbuk kayu beterbangan yang dikira hujan salju oleh masyarakat setempat, itu terjadi karena ada gangguan pada alat blower.
“Terjadi gangguan pada blower yang mengalami buntu, sehingga serbuk turun ke atap-atap terus kena angin jadi berterbangan,” katanya.
Dia juga mengatakan kalau kemarin ada sejumlah warga setempat bersama ketua RW datang ke pabrik.
“Kemarin sudah ada mediasi sudah terselesaikan semua, sudah tidak ada masalah dan pak RW minta jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.
Satpam PT Balsa Wood Indo Indah ini menyebutkan peralatan pabrik tergolong baru dan pabrik baru berjalan sekitar sebulan. “Memang pabrik baru biasalah, semuanya masih baru, sehingga sekarang ini masih dalam tahap sambil belajar, kekurangan apa-apa, karena baru satu bulan produksi,” katanya.
Namun, saat disinggung tentang plakat izin nama PT yang tidak terpampang di depan pabrik, satpam mengatakan bahwa plakat tersebut masih dalam proses. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pabrik tersebut sudah beroperasi tanpa plakat izin yang jelas. “Papan sudah dipesankan, ijinnya sudah keluar, kalau masalah itu biar pimpinan yang jawab,” ucapnya.
Lantaran HRD sedang rapat di luar yang sebelumnya dari informasi didapat bahwa HRD ada di tempat pabrik, tim yang datang diminta meninggalkan nomor HP.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak pabrik masih belum menghubungi untuk memberikan jawaban sebagai klarifikasi lebih lanjut perihal yang dikonfirmasi. (*)
Penulis : Saichu
Editor : Red







