Dikira Hujan Salju, Ternyata Serbuk Berterbangan dari Pabrik Kayu PT Balsa Wood Indo Indah

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA PASURUAN realitapublik.id – Suatu peristiwa yang dikira oleh masyarakat adalah fenomena alam, terjadi di Kelurahan Karangketuq, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, pada Rabu (2/7/2025) sekira pukul 12:00 WIB.

 

Awalnya, masyarakat mengira yang terjadi di daerah sekitar tempat tinggalnya pada waktu tersebut, adalah hujan salju. Sebab, buliran menyerupai salju itu terlihat beterbangan di atas atap rumah warga.

 

Namun setelah dilihat lebih dekat oleh warga, buliran itu ternyata bukan salju tapi serbuk kayu.

 

“Saya kira hujan salju, ternyata serbuk kayu yang terbawa angin dan berterbangan,” kata salah satu warga setempat kepada realitapublik.id.

 

Setelah ditelusuri oleh masyarakat setempat, serbuk kayu itu diduga berasal dari sebuah pabrik pengolahan kayu yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pabrik pengolahan kayu ini milik PT Balsa Wood Indo Indah.

 

“Serbuk yang berterbangan itu berasal itu dari pabrik kayu sebelah, serbuk kayu itu terbawa angin hingga berjarak sekitar 50 meter lebih,” ujarnya.

Baca Juga :  Wujudkan Harmoni di Kota Toleran, Pemkot Semarang Siap Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Lintas Etnis 2026

 

Melihat kondisi lingkungan di daerah tempatnya terkena dampak dari limbah produksi pengelohan kayu, masyarakat setempat merasa khawatir karena kualitas udara di daerah tempat tinggalnya tercemari.

 

Tidak menunggu lama, ketua RW dan beberapa orang perwakilan masyarakat setempat bergegas mendatangi pabrik kayu tersebut untuk meminta penjelasan.

 

“Kita bersama pak RW mendatangi tempat pabrik itu untuk menanyakan ke pihak pabrik, kok bisa terjadi hal ini?,” kata warga yang turut mendatangi pabrik.

 

Setibanya di pabrik, menurut keterangan warga, pihak pabrik telah menemui dan memberi penjelasan terkait serbuk yang beterbangan tersebut.

 

Sementara itu, tim realitapublik.id saat hendak menemui HRD PT Balsa Wood Indo Indah yang berlokasi di Kelurahan Karangketuq, pada Kamis (04/7/2025), HRD yang seharusnya menjadi narahubung utama tidak bisa ditemui.

Baca Juga :  Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel

 

Padahal dari informasi didapat saat tim realitapublik.id berada di pabrik, kalau HRD ada di tempat. Tapi kemudian menerima informasi lagi kalau HRD tidak berada di tempat karena sedang menghadiri rapat di Surabaya.

 

Akhirnya, hanya petugas keamanan (Satpam) yang bisa ditemui tim realitapublik.id di pabrik tersebut.

 

Menurut Satpam yang ditemui tim realitapublik.id, terkait serbuk kayu beterbangan yang dikira hujan salju oleh masyarakat setempat, itu terjadi karena ada gangguan pada alat blower.

 

“Terjadi gangguan pada blower yang mengalami buntu, sehingga serbuk turun ke atap-atap terus kena angin jadi berterbangan,” katanya.

 

Dia juga mengatakan kalau kemarin ada sejumlah warga setempat bersama ketua RW datang ke pabrik.

 

“Kemarin sudah ada mediasi sudah terselesaikan semua, sudah tidak ada masalah dan pak RW minta jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.

 

Satpam PT Balsa Wood Indo Indah ini menyebutkan peralatan pabrik tergolong baru dan pabrik baru berjalan sekitar sebulan. “Memang pabrik baru biasalah, semuanya masih baru, sehingga sekarang ini masih dalam tahap sambil belajar, kekurangan apa-apa, karena baru satu bulan produksi,” katanya.

Baca Juga :  Kedepankan Dialog, Pertamina EP Adera Field Respons Aspirasi Ketenagakerjaan Masyarakat PALI

 

Namun, saat disinggung tentang plakat izin nama PT yang tidak terpampang di depan pabrik, satpam mengatakan bahwa plakat tersebut masih dalam proses. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pabrik tersebut sudah beroperasi tanpa plakat izin yang jelas. “Papan sudah dipesankan, ijinnya sudah keluar, kalau masalah itu biar pimpinan yang jawab,” ucapnya.

 

Lantaran HRD sedang rapat di luar yang sebelumnya dari informasi didapat bahwa HRD ada di tempat pabrik, tim yang datang diminta meninggalkan nomor HP.

 

Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak pabrik masih belum menghubungi untuk memberikan jawaban sebagai klarifikasi lebih lanjut perihal yang dikonfirmasi. (*)

Penulis : Saichu

Editor : Red

Berita Terkait

Wujudkan Harmoni di Kota Toleran, Pemkot Semarang Siap Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Lintas Etnis 2026
Respon Cepat Laporan 110, Polres Lampung Utara Cek Lokasi Gangguan Musik Orgen di Kotabumi Selatan
Wujudkan Pangan Halal dan Higienis, DPD Juleha Tubaba Gelar Pelatihan Juru Sembelih Berbasis Kompetensi
Patroli Hunting Berbuah Hasil, Polisi Ringkus Kurir Sabu di Tempirai
Aksi Pencurian Sawit di Kebun Perusahaan Digagalkan, Polisi Amankan Barang Bukti
Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 
Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta
Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa
Berita ini 281 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:11 WIB

Wujudkan Harmoni di Kota Toleran, Pemkot Semarang Siap Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Lintas Etnis 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 14:42 WIB

Respon Cepat Laporan 110, Polres Lampung Utara Cek Lokasi Gangguan Musik Orgen di Kotabumi Selatan

Sabtu, 25 April 2026 - 14:35 WIB

Wujudkan Pangan Halal dan Higienis, DPD Juleha Tubaba Gelar Pelatihan Juru Sembelih Berbasis Kompetensi

Sabtu, 25 April 2026 - 10:29 WIB

Patroli Hunting Berbuah Hasil, Polisi Ringkus Kurir Sabu di Tempirai

Jumat, 24 April 2026 - 21:57 WIB

Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 

Jumat, 24 April 2026 - 17:48 WIB

Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 12:32 WIB

Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa

Jumat, 24 April 2026 - 09:55 WIB

Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara

Berita Terbaru