Dugaan Keracunan Massal MBG di Malang, Dinkes Ambil Sampel Makanan dan Periksa Dapur SPPG

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Wiyanto Wijoyo, saat memberikan penjelasan kepada wartawan (foto: Andi Billy realitapublik.id)

i

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Wiyanto Wijoyo, saat memberikan penjelasan kepada wartawan (foto: Andi Billy realitapublik.id)

KEPANJEN, Kabupaten Malang realitapublik.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bergerak cepat menanggapi dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa 18 orang — terdiri dari 16 siswa dan 2 guru — MTs Al-Khalifah di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.

 

Insiden ini terjadi setelah para korban mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunrejo.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Wiyanto Wijoyo, pada Kamis (23/10/2025), mengonfirmasi bahwa tim investigasi telah diterjunkan ke lapangan untuk mencari sumber kontaminasi.

Baca Juga : 

 

Investigasi Dinkes berfokus pada dua hal utama: sampel makanan dan sanitasi dapur.

“Tim kami langsung turun ke lapangan. Sampel sisa makan sedang dilakukan pengecekan. Peralatan dapurnya juga diperiksa. Semuanya diperiksa,” tegas dr. Wiyanto.

 

Selain mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi korban untuk diuji di laboratorium, tim juga memeriksa Higienitas dan fasilitas dapur di SPPG Mangunrejo secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang atau praktik pengolahan yang tidak higienis.

 

Untuk memastikan penyebab pasti keracunan, dr. Wiyanto memperkirakan bahwa uji laboratorium memerlukan waktu beberapa hari sebelum hasilnya dapat diumumkan secara resmi.

Baca Juga :  Manfaatkan Pintu Belakang Tak Dikunci, Maling Motor dan Uang Rp3,2 Juta di PALI Diringkus Polisi

 

Dinkes Kabupaten Malang berkomitmen penuh untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi. “Pasti hasilnya nanti akan disampaikan kepada publik. Tentu secara jelas setelah proses uji selesai,” pungkasnya.

 

Hasil uji lab ini akan menjadi kunci untuk menentukan apakah kontaminasi berasal dari bahan baku, proses pengolahan, atau distribusi makanan program MBG tersebut.

 

Di tengah proses investigasi, kabar baik datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan. Seluruh siswa dan guru yang sempat dilarikan ke rumah sakit karena gejala mual dan muntah kini telah membaik.

Baca Juga :  Diduga Buang Limbah Toilet ke Sungai, Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan Disemprot LSM Gajah Mada

 

Humas RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro, menjelaskan bahwa para pasien menjalani observasi intensif selama tiga hingga enam jam untuk memastikan kondisi tubuh mereka stabil sepenuhnya.

 

“Seluruh pasien kini dalam keadaan baik. Observasi medis mendalam telah dilakukan untuk menjamin tidak ada gejala lanjutan yang muncul,” ujarnya.

 

Semua pasien telah diperbolehkan pulang. Namun, dugaan keracunan massal ini kini menjadi sorotan tajam terkait kualitas dan pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Malang.

Penulis : Bil

Editor : Red

Berita Terkait

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan
Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta
Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan
Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi
Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD
Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan

Kamis, 17 September 2026 - 08:44 WIB

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:59 WIB

Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD

Rabu, 16 September 2026 - 18:05 WIB

Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 

Berita Terbaru