Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama yang menyoroti berbagai kebijakan krusial pemerintah terkini.

 

Aksi yang didominasi oleh massa BEM se-Universitas Indonesia (UI) ini pada awalnya direncanakan berpusat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Namun, aparat kepolisian melakukan blokade ketat dan melarang pemilihan lokasi tersebut sebagai titik konsentrasi massa demi mencegah kelumpuhan total aktivitas publik.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi sempat diwarnai ketegangan saat petugas melakukan pencegatan terhadap bus rombongan mahasiswa dan mencoba mengalihkan mereka menuju depan Kompleks Parlemen Senayan. Kendati demikian, massa mahasiswa tetap memilih bertahan dan melakukan long march menuju pusat kota.

Baca Juga :  Peduli Sesama, Anggota DPRD Lampung Maulidah Zauroh Salurkan Bantuan Kursi Roda

 

Debat argumen sempat terjadi antara perwakilan mahasiswa dengan Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto. Polisi menegaskan tidak akan menghalangi penyampaian aspirasi, asalkan tidak berpusat di jantung perekonomian.

 

“Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini (lokasi yang disediakan), tidak akan dihalangi,” tegas AKBP Adri Desas Furyanto di hadapan massa.

 

Pernyataan tersebut langsung disanggah oleh perwakilan mahasiswa yang menilai bahwa sasaran tuntutan mereka tidak hanya ditujukan kepada lembaga legislatif.

 

“Masalahnya aspirasi dan tuntutan kami enggak ke DPR saja. Kenapa tidak bapak-bapak ini saja yang ikut ke Bundaran HI?” sahut salah seorang perwakilan mahasiswa.

Baca Juga :  Tragedi Berdarah di Pekalongan: Dikejar hingga Depan Rumah, Pria di Kuripan Kertoharjo Ditusuk Kenalan

 

AKBP Adri kemudian memberikan pemahaman logis mengenai alasan pelarangan wilayah Bundaran HI sebagai titik demonstrasi.

 

“Bundaran HI itu jantung jalannya masyarakat, jantungnya perekonomian, central of gravity-nya Indonesia. Kalian menyetop arus di situ, selesai semua, Dek,” jelasnya.

 

Hingga pukul 16.30 WIB, massa yang tertahan akhirnya terkonsentrasi di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Blokade berlapis dari pihak kepolisian tetap disiagakan guna memastikan massa tidak merembet masuk ke area Bundaran HI.

 

Dalam orasinya, para mahasiswa mengkritisi sejumlah isu nasional yang sedang menjadi perhatian publik belakangan ini, mulai dari stabilitas makroekonomi hingga program strategis nasional.

 

Berikut adalah lima poin tuntutan resmi yang diajukan oleh aliansi mahasiswa:

Hentikan Pemborosan APBN: Mendesak tata kelola anggaran negara yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Skala Besar

Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM: Menuntut solusi nyata atas lonjakan harga komoditas utama yang membebani masyarakat.

Evaluasi Program Strategis: Mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai belum mendesak.

Tolak Militerisme Civil: Menolak segala bentuk keterlibatan unsur militerisme di dalam ranah sipil.

Transparansi Pemerintah: Menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk bersikap ksatria, berhenti mengelak, dan secara terbuka mengakui kekurangan dalam capaian kinerja pemerintah.

 

Aksi unjuk rasa berjalan dinamis sebagai bagian dari dinamika sistem demokrasi di Indonesia. Publik kini menantikan respons dari pemerintah serta pihak-pihak terkait, apakah bersedia membuka ruang dialog formal guna duduk bersama dan mendiskusikan poin-poin tuntutan yang dilayangkan oleh para mahasiswa tersebut.

Penulis : Fery Eka spt

Editor : Saichu

Berita Terkait

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia
Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global
MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan
Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi
Suarakan Transparansi, LSM PEJUANG 24 dan FORLINDO JAYA Gelar Aksi Damai 404 di Kajen
Tragedi Berdarah di Pekalongan: Dikejar hingga Depan Rumah, Pria di Kuripan Kertoharjo Ditusuk Kenalan
Situbondo Dilanda Rentetan Bencana, Rumah Ambruk, Rob hingga Pohon Tumbang
Tak Terbukti Korupsi Hibah Pilkada, Ketua Bawaslu Mesuji Deden Cahyono Divonis Bebas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:51 WIB

MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:54 WIB

Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:34 WIB

Suarakan Transparansi, LSM PEJUANG 24 dan FORLINDO JAYA Gelar Aksi Damai 404 di Kajen

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:19 WIB

Tragedi Berdarah di Pekalongan: Dikejar hingga Depan Rumah, Pria di Kuripan Kertoharjo Ditusuk Kenalan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:43 WIB

Situbondo Dilanda Rentetan Bencana, Rumah Ambruk, Rob hingga Pohon Tumbang

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Tak Terbukti Korupsi Hibah Pilkada, Ketua Bawaslu Mesuji Deden Cahyono Divonis Bebas

Berita Terbaru