Dugaan Keracunan Program MBG di Batang: Dinkes Kirim 9 Sampel Makanan ke Semarang untuk Uji Lab

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian saat melihat kondisi Siwa keracunan di sekolah (foto: Fery Eka S realitapublik.id)

i

Petugas kepolisian saat melihat kondisi Siwa keracunan di sekolah (foto: Fery Eka S realitapublik.id)

KABUPATEN BATANG realitapublik.id – Ratusan siswa SMKN 1 Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami gejala sakit perut, mual, dan muntah massal pada Kamis malam (30/10/2025). Gejala tersebut muncul usai para pelajar menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

 

Laporan mengenai insiden ini diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang pada Jumat pagi (31/10/2025) pukul 09.30 WIB. Tim Dinkes langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Batang, Ida Susilaksmi, melaporkan bahwa satu orang siswa sempat dirujuk ke RSUD Batang karena diare dan mual-mual. Namun, setelah observasi kurang lebih dua jam, kondisi siswa tersebut membaik dan sudah diperbolehkan pulang.

Baca Juga :  Cegah Luntur Digilas Zaman, Hanifal Ajak Warga Tulang Bawang Barat Hidupkan Nilai Pancasila

 

“Kondisinya membaik dan langsung dipulangkan. Siswa tersebut hanya diobservasi selama kurang lebih dua jam karena kondisinya telah stabil,” ujar Ida Susilaksmi, Sabtu (1/11/2025).

 

Meskipun dugaan kuat mengarah pada menu Program MBG, Ida Susilaksmi belum berani mengambil kesimpulan pasti. Pihaknya menegaskan bahwa penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium. “Kami belum berani mengambil kesimpulan atas tragedi keracunan masal di SMKN 1 Kandeman diakibatkan oleh MBG sebelum ada hasil Laboratorium,” katanya.

 

Untuk membongkar misteri penyebab keracunan, Dinkes segera menyita sembilan sampel makanan dan minuman, baik yang belum maupun yang merupakan sisa konsumsi siswa. Sampel-sampel vital ini telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Baca Juga :  PORPROV Jateng 2026: Tim Karate Pekalongan Targetkan Borong Medali

 

Daftar 9 Sampel Makanan dan Minuman yang Diuji:

Air minum galon isi ulang buffer SPPG (1 botol)

Air bersih buffer SPPG (1 botol)

Tahu bakso buffer SPPG (1 plastik)

Tumis caisin jagung buffer SPPG (1 plastik)

Nasi putih buffer SPPG (1 plastik)

Ayam rica buffer SPPG (1 plastik)

Nasi putih sisa makanan siswa (1 plastik)

Baca Juga :  Proyek Pemeliharaan Irigasi di Tiyuh Daya Asri Tubaba Disorot: Dikerjakan Asal-Asalan dan Tanpa Papan Informasi

Ayam rica sisa makanan siswa (1 plastik)

Tahu bakso sisa makanan siswa (1 plastik)

 

Sambil menunggu hasil uji lab, tim Dinkes melalui Puskesmas setempat juga sedang mendalami aktivitas yang berinteraksi di stasiun gizi atau tempat makanan diolah dan didistribusikan.

 

Sayangnya, kepastian penyebab keracunan ini tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat. Ida Susilaksmi memprediksi hasil uji laboratorium membutuhkan waktu satu sampai dua minggu.

 

Kepala SMKN 1 Kandeman, Yulianto, senada dengan Dinkes, menyatakan pihaknya juga masih menunggu hasil resmi. Pemerintah Kabupaten Batang berjanji akan mengumumkan hasil uji lab kepada publik begitu didapatkan.

Penulis : Fery Eka S

Berita Terkait

Maknai Hari Santri, Ahmad Abrori: Perjuangan untuk Memerdekakan Warga dari Kemiskinan
Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka
Tiga Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Ikuti Sertifikasi Internasional CHRA
Semarakkan HUT Ke-81 Jatim, Pasar Murah Dadakan Diserbu Warga Panggungrejo
Polresta Malang Kota bersama Tim Gabungan Sidak THM, 40 Pengunjung Dites Urine
Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan
Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November
Babak Baru Pemerintahan Desa Selomukti: Dari Masa Transisi Menuju Kades Definitif
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Maknai Hari Santri, Ahmad Abrori: Perjuangan untuk Memerdekakan Warga dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Tiga Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Ikuti Sertifikasi Internasional CHRA

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Semarakkan HUT Ke-81 Jatim, Pasar Murah Dadakan Diserbu Warga Panggungrejo

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Polresta Malang Kota bersama Tim Gabungan Sidak THM, 40 Pengunjung Dites Urine

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Babak Baru Pemerintahan Desa Selomukti: Dari Masa Transisi Menuju Kades Definitif

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Dini Hari Membara di Desa Olean, Dua Rumah Rusak Total, Kerugian Capai Rp200 Juta

Berita Terbaru