Sengkarut Utang PLN Rp711 Triliun: Influencer Dj Donny dan IWO Kritik Tajam Duet Darmo-Yusuf Didi

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Direktur LHC Yusuf Didi Setiarto, tengah menjadi sorotan publik terkait beban utang perusahaan yang menembus Rp711 triliun. (Rody Sandra/realita publik id)

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Direktur LHC Yusuf Didi Setiarto, tengah menjadi sorotan publik terkait beban utang perusahaan yang menembus Rp711 triliun. (Rody Sandra/realita publik id)

JAKARTA realitapublik.id – Jagat maya kembali dihebohkan oleh kritik pedas influencer Dj Donny terhadap performa PT PLN (Persero). Pemilik akun dengan 921 ribu pengikut ini menyoroti kontradiksi antara utang raksasa perusahaan setrum negara yang mencapai Rp711 triliun di tengah anjloknya laba bersih BUMN tersebut.

 

Dalam unggahannya yang viral, pria bernama asli Ramond Dony Adam ini menyentil posisi monopoli PLN yang dinilai gagal memberikan efisiensi bagi rakyat.

 

“Perusahaan yang memonopoli bisnis listrik, pelanggannya seluruh rakyat Indonesia, tapi utangnya justru bertambah dan keuntungan menurun. PLN ini selalu bikin malu rakyatnya. Telat bayar listrik diputus, token habis bunyi sampai malu sama tetangga, tapi perusahaan rugi terus. Mana Kejaksaan dan KPK?” tulis Dj Donny dalam unggahan yang meraup lebih dari 91 ribu suka dalam 12 jam.

Baca Juga :  Perkuat Transparansi dan Responsivitas, Polres PALI Optimalkan Pelayanan Publik Melalui FKP 2026

 

Kritik Dj Donny mendapat dukungan dari Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) sekaligus Kornas Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira. Ia menyoroti “bobroknya” kinerja manajemen di bawah komando Dirut Darmawan Prasodjo dan Direktur Legal & Human Capital (LHC) Yusuf Didi Setiarto.

 

Yudhistira menuding PLN sering memanipulasi narasi keuntungan dengan memasukkan subsidi pemerintah ke dalam kolom laba.

 

“Bagaimana konsepnya subsidi pemerintah dicatat sebagai keuntungan? Itu uang rakyat untuk diskon tarif, bukan murni pendapatan penjualan energi. Jangan membalut kebobrokan dengan pencitraan ‘lipstik’ di media sana-sini. Seharusnya PLN berani merilis laporan keuangan riil: berapa keuntungan sebenarnya tanpa subsidi?” cecar Yudhistira di Jakarta, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga :  Dongkrak Ekonomi Rakyat, Pemkab Tubaba Terjunkan Pelayanan Peternakan Terpadu di Candra Jaya

 

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan duet Darmo-Yidi, kondisi keuangan PLN justru semakin “boncos” atau merugi secara fundamental meskipun secara permukaan dipoles dengan narasi positif.

 

Isu pergantian direksi PLN semakin memanas menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pekan depan. Muncul rumor bahwa posisi Darmawan dan Yusuf Didi tidak akan tergoyahkan meski sudah menjabat selama lima tahun.

 

Yudhistira mengendus adanya lobi-lobi politik tingkat tinggi yang dilakukan manajemen PLN untuk mempertahankan jabatan. Ia menyebut latar belakang Darmo sebagai loyalis pemerintahan sebelumnya dan kader partai tertentu menjadi benteng pertahanan posisi tersebut.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat Lakukan Monitoring Ketersediaan dan Harga LPG 3 Kg

 

“Kabarnya Darmo rajin melobi petinggi negara, termasuk lingkaran keluarga Presiden Prabowo, demi kursi PLN 1. Padahal, rekam jejaknya penuh catatan merah, termasuk tudingan ‘prank’ laporan pemulihan listrik pasca bencana di Aceh kepada Menteri ESDM,” ungkap Yudhistira.

 

Ia menegaskan, masa depan PLN kini berada di tangan Presiden.

“Dibutuhkan nyali besar dari Presiden Prabowo untuk mencopot ‘benalu’ di PLN demi menyelamatkan keuangan negara. Jangan biarkan BUMN strategis ini hancur demi kepentingan segelintir elite,” pungkasnya.

Penulis : Rody Sandra

Editor : Red

Berita Terkait

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan
Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB