Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

BOGOR, RealitaPublik.id — Buntut dari kerusuhan eksekusi lahan yang berujung pada terlukanya seorang warga akibat letusan senjata airsoft gun, puluhan perwakilan masyarakat mendatangi Kantor Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Mereka menggelar audiensi bersama kepala desa dan tokoh masyarakat setempat untuk menuntut pertanggungjawaban atas tindakan kekerasan yang terjadi, Rabu (22/04/2026).

 

Konflik ini dipicu oleh sengketa lahan antara PT PMC dan masyarakat di Kampung Calobak. Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama Adrian (alias Ungeu) dilaporkan mengalami luka di bagian pelipis mata.

 

Komeng, selaku perwakilan masyarakat, menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas tindakan intimidasi serta kekerasan yang diduga dilakukan oleh pihak luar yang dibawa oleh PT PMC.

Baca Juga :  Polres Lampung Utara Laksanakan Rikmin Awal Pabanrim, Junjung Transparansi Seleksi Anggota Polri

 

“Kami meminta pertanggungjawaban atas kelalaian dan pembiaran kekerasan yang dilakukan PT PMC. Salah satu warga kami diduga tertembak oleh pihak mereka. Yang ironis, pelakunya adalah warga dari luar Kabupaten Bogor yang datang melakukan intimidasi. Kami meminta aparat TNI dan POLRI bersikap netral dalam menangani konflik ini,” tegas Komeng.

 

Ia juga menambahkan bahwa pihak korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kabupaten Bogor, namun hingga saat ini warga masih menunggu tembusan terkait perkembangan laporan tersebut.

Baca Juga :  Karaoke Diva Tetap Beroperasi Meski Diprotes Warga, Kepalo Tiyuh Marga Kencana Tegaskan Belum Pernah Beri Izin

 

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Tamansari, Sunandar, menjelaskan kronologi serta peran pihak desa dalam menangani sengketa yang telah berlangsung lama ini. Ia menegaskan bahwa pihak desa selalu hadir mendampingi warga, termasuk memberikan kesaksian di pengadilan.

 

“Desa hadir di tengah masyarakat untuk mengakomodir kepentingan warga. Kami sudah melakukan pendampingan hukum hingga menjadi saksi di pengadilan, serta memfasilitasi mediasi dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujar Sunandar.

 

Namun, Sunandar mengingatkan masyarakat mengenai batasan kewenangan pemerintah desa sebagai instansi terbawah.

“Desa itu ranahnya hanya musyawarah dan mediasi berdasarkan undang-undang. Ketika masalah masuk ke ranah hukum pidana atau sengketa lahan yang sudah di tingkat pengadilan, itu sudah di luar kewenangan desa. Kami berharap masyarakat menyadari batasan administratif tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

 

Audiensi berakhir dengan pemahaman bersama bahwa langkah hukum selanjutnya berada di tingkat kepolisian. Warga berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan penembakan tersebut agar kondusivitas di wilayah Tamansari kembali terjaga.

 

Pihak desa berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi warga selama masih dalam koridor kewenangan mereka, sementara warga tetap mendesak adanya perlindungan keamanan agar insiden kekerasan serupa tidak terulang kembali di tengah konflik lahan yang masih bergulir.

Penulis : Lucyana

Berita Terkait

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB