Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) senilai Rp 128 miliar menuai polemik. Proyek strategis di bawah Kementerian Kesehatan RI ini ditengarai berjalan tanpa transparansi dan mengabaikan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah, Rabu (22/04/2026).

 

Meskipun menyedot anggaran fantastis dari APBN, pelaksanaan proyek terkesan tertutup dan “dikawal ketat” hingga luput dari pengawasan publik lokal.

 

Kejanggalan utama muncul dari pengakuan pihak RSUD Tubaba yang menjadi lokasi pembangunan. Direktur RSUD Tubaba, dr. Pramono Satrio Wibowo, menyatakan pihaknya buta akan detail pelaksanaan proyek ratusan miliar tersebut.

Baca Juga :  Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

 

“Saya tidak tahu jelas, semua proses dari pusat. Kami hanya tahu kontrak dimulai sekitar 11 Maret 2026. Setelah koordinasi awal pada Februari lalu, tidak pernah ada lagi komunikasi lanjutan dari pelaksana proyek,” ungkap dr. Pramono.

 

Ia berharap proyek ini tidak sekadar meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal selama masa konstruksi, hal yang hingga kini belum terlihat nyata di lapangan.

 

Pantauan media di lokasi menunjukkan tidak adanya papan informasi proyek—elemen wajib sesuai aturan keterbukaan informasi publik (KIP). Identitas pelaksana, jangka waktu, dan struktur pengawas tidak dapat diakses secara terbuka.

Baca Juga :  Bupati Lampung Utara Terima Penghargaan Sebagai Pioner Kemandirian Ekonomi Desa

 

Di lokasi, pengamanan proyek justru terlihat sangat mencolok dengan keterlibatan aparat dari berbagai unsur TNI.

 

“Kami hanya pengamanan saja. Ada dari Danramil, Kodim, dan pimpinan kami Kopassus aktif dari Cililin,” ujar Wayan, salah satu petugas keamanan di lokasi proyek, Selasa (21/04/2026).

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian Kesehatan, Gilang Miranti, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek tersebut dikerjakan langsung oleh pusat. Terkait minimnya informasi pelaksana, ia justru mengarahkan media untuk mengecek sendiri melalui sistem LPSE.

 

“Untuk informasi pelaksana bisa lihat di LPSE saja. Manajemen konstruksinya dari Agrinas,” ujarnya singkat. Gilang juga membenarkan adanya pendampingan keamanan dari aparat serta pendampingan hukum dari pihak Kejaksaan.

Baca Juga :  Warga Masangan Bongkar Dugaan "Gudang" Oplosan LPG Subsidi: Mobil Kabur Saat Dicegat, Polisi Diminta Segera Gerebek!

 

Penelusuran menunjukkan proyek ini dimenangkan oleh PT PP (Persero) Tbk, sebuah BUMN konstruksi besar. Namun, tertutupnya akses informasi dan minimnya pelibatan unsur daerah memicu kecurigaan akan adanya praktik yang menjauhi asas akuntabilitas.

 

Penggunaan label “Aparat Keamanan Negara” di lokasi proyek konstruksi sipil juga menjadi sorotan masyarakat, karena dianggap dapat membatasi fungsi pengawasan sosial yang seharusnya melekat pada setiap proyek yang menggunakan uang rakyat. (*)

Penulis : Rody Sandra

Editor : Chu

Berita Terkait

Pasca Insiden Penembakan di Lahan Sengketa, Warga Geruduk Kantor Desa Tamansari Tuntut Keadilan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Pasca Insiden Penembakan di Lahan Sengketa, Warga Geruduk Kantor Desa Tamansari Tuntut Keadilan

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB