BOGOR, realitapublik.id — Kualitas pengerjaan infrastruktur desa di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Proyek pembangunan jalan lingkungan (jaling) di wilayah RW 10, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, dilaporkan sudah mengalami kerusakan meski pengerjaannya belum genap satu minggu selesai dilakukan.
Pantauan di lokasi Gang Mandiri, RT 02/RW 10, menunjukkan lapisan aspal/beton jalan sudah mulai terkelupas. Kondisi ini memicu dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan tanpa pengawasan yang ketat.
Selain kualitas fisik yang buruk, proyek ini juga diduga melanggar prinsip transparansi publik. Pada papan proyek yang terpasang di lokasi, tidak tercantum nama pihak ketiga (kontraktor) sebagai pelaksana pengerjaan.
Padahal, secara aturan, papan informasi wajib memuat komponen detail seperti Nama Penyedia Jasa, Volume Dimensi, Sumber Dana, hingga Alamat Pengaduan. Ketidakhadiran informasi ini dinilai menutup akses masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial sebagaimana diatur dalam pedoman pengelolaan dana desa.
Investigasi tim media di lapangan pada 25 Desember 2025 lalu mengungkap bahwa saat proses pengerjaan berlangsung, tidak tampak keterlibatan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa maupun masyarakat setempat. Pengerjaan sepenuhnya dilakukan oleh pihak ketiga.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak TPK Desa Pasir Eurih melalui pesan singkat WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban terkait buruknya kualitas proyek tersebut.
Di sisi lain, perwakilan pihak ketiga yang namanya tidak dicantumkan dalam papan proyek tersebut akhirnya memberikan respons. Melalui pesan singkat, mereka menyatakan komitmen untuk segera melakukan perbaikan pada titik-titik jalan yang terkelupas.
“Akan segera kami perbaiki,” tulis pihak kontraktor dalam pesan singkatnya kepada media, Sabtu (3/1/2026).
Meskipun ada janji perbaikan, warga berharap kedepannya setiap proyek yang menggunakan dana desa harus diawasi lebih ketat agar tidak terjadi pemborosan anggaran negara untuk infrastruktur yang “berusia pendek”.
Penulis : Lucyana







