Transparansi Dipertanyakan: Warga Samborejo dan LSM Pejuang 24 Tagih Akuntabilitas Dana Desa

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN realitapublik.id – Prinsip transparansi pemerintahan desa di Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, tengah diuji. Ratusan warga didampingi LSM Pejuang 24 menggelar aksi damai dan audiensi terbuka di Balai Desa Samborejo pada Senin (5/1/2026), guna menuntut keterbukaan penuh dalam pengelolaan keuangan desa.

 

Warga menilai, sejak Tahun Anggaran 2022 hingga 2025, laporan pertanggungjawaban Dana Desa belum disajikan secara transparan dan mudah diakses untuk diverifikasi oleh masyarakat.

 

Dalam forum tersebut, pemerintah desa memberikan penjelasan secara lisan mengenai penggunaan anggaran. Namun, warga merasa kecewa karena penjelasan tersebut tidak dibarengi dengan penyajian dokumen administratif, Surat Pertanggungjawaban (SPJ), maupun data keuangan tertulis.

Baca Juga :  Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

 

Ketika warga meminta salinan SPJ, pihak desa mengarahkan agar permohonan tersebut dilakukan melalui mekanisme surat resmi. Meski secara prosedural hal ini dibenarkan, warga menilai ketiadaan dokumen yang ditunjukkan secara langsung mempertegas jarak antara klaim normatif dan realitas keterbukaan informasi.

 

Selain persoalan Dana Desa, audiensi ini juga membedah sejumlah isu krusial lainnya, antara lain:

– Program Ketahanan Pangan: Kejelasan realisasi dan manfaat program bagi warga.

– PTSL & Bansos: Transparansi pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta akurasi penyaluran bantuan sosial (PKH dan BLT).

Baca Juga :  Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

– Infrastruktur & Pihak Ketiga: Persoalan Pamsimas dan pemasangan tiang jaringan oleh pihak swasta di lahan desa.

– Arsip Program Lama: Kejelasan laporan akhir dana PNPM dan program lainnya yang pernah masuk ke desa.

 

Perwakilan warga menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penghakiman, melainkan upaya menjalankan hak konstitusional dalam mengawasi uang negara.

 

“Kami tidak menuduh. Kami hanya menuntut hak konstitusional warga atas informasi publik. Uang negara harus dipertanggungjawabkan secara konkret,” tegas salah satu perwakilan warga.

Baca Juga :  Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

 

Camat Tirto, Siswanto, yang hadir menyaksikan audiensi tersebut, mengapresiasi cara warga menyampaikan aspirasi dengan tertib. Ia mengingatkan bahwa transparansi adalah fondasi utama kepercayaan publik terhadap pemerintah.

 

LSM Pejuang 24 menekankan bahwa dokumen pertanggungjawaban desa seharusnya menjadi konsumsi publik yang mudah diakses. Pihaknya menilai komitmen evaluasi internal dari Pemerintah Desa Samborejo belum menyentuh substansi masalah selama bukti administratif konkret belum ditunjukkan.

 

Hingga berita ini diturunkan, bola panas akuntabilitas masih berada di tangan Pemerintah Desa Samborejo untuk membuktikan transparansinya melalui penyajian data yang diminta masyarakat.

Penulis : Wagiyono

Berita Terkait

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Berita Terbaru