SEMARANG, realitapublik.id — Memasuki minggu kedua Januari 2026, kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah menunjukkan pergerakan ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang mengancam wilayah daratan dan perairan pada Jumat (9/1/2026).
Kondisi ini diprediksi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi secara signifikan, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pelaku pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menegaskan bahwa cuaca ekstrem diprediksi merata di 36 daerah di Jawa Tengah.
“Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi secara merata,” ujar Farita.
Berdasarkan data citra satelit, angin berembus dari arah Barat ke Utara dengan kecepatan 10–30 km/jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18–32°C dengan kelembaban mencapai 95%.
Daerah Terdampak Hujan Lebat:
Pegunungan & Sekitarnya: Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Temanggung, Magelang.
Solo Raya & Sekitarnya: Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Surakarta.
Pantura Timur & Tengah: Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang.
Lainnya: Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Slawi.
Catatan: Wilayah Brebes dan Tegal diprediksi mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang.
Perairan: Gelombang Tinggi Mengancam Pelayaran
Bahaya tidak hanya mengintai daratan. Di perairan Jawa Tengah, gelombang tinggi disertai hujan badai menjadi ancaman nyata bagi keselamatan navigasi.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, memperingatkan risiko tinggi bagi seluruh jenis armada laut, mulai dari kapal nelayan, tongkang, tugboat, hingga kapal kargo besar.
Estimasi Ketinggian Gelombang:
Perairan Selatan Jawa Tengah: Mencapai 2,5 hingga 4,0 meter (Sangat Tinggi).
Perairan Utara Jawa Tengah: Mencapai 1,25 hingga 2,5 meter (Sedang).
“Kondisi ini cukup berisiko. Kami meminta warga yang beraktivitas di laut dan pesisir pantai untuk terus waspada terhadap gelombang tinggi yang disertai hujan badai,” tegas Sediyanto.
BMKG meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga operator pelayaran, untuk serius memperhatikan perubahan pola cuaca ini. Masyarakat diimbau untuk:
Menghindari pohon besar atau papan reklame saat terjadi angin kencang.
Membersihkan saluran air guna meminimalisir risiko banjir luapan.
Bagi nelayan, sebaiknya memantau update cuaca secara berkala sebelum melaut.
Penulis : Fery Eka







