Waspada! BMKG Terbitkan Peringatan Cuaca Ekstrem Merata di Jawa Tengah: Gelombang Capai 4 Meter

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

SEMARANG, realitapublik.id — Memasuki minggu kedua Januari 2026, kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah menunjukkan pergerakan ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang mengancam wilayah daratan dan perairan pada Jumat (9/1/2026).

 

Kondisi ini diprediksi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi secara signifikan, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pelaku pelayaran.

 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menegaskan bahwa cuaca ekstrem diprediksi merata di 36 daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Praperadilan Kasus Kekerasan Seksual Padepokan Padang Ati Ditolak, PN Tegaskan Penetapan Tersangka Sah

 

“Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi secara merata,” ujar Farita.

 

Berdasarkan data citra satelit, angin berembus dari arah Barat ke Utara dengan kecepatan 10–30 km/jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18–32°C dengan kelembaban mencapai 95%.

Daerah Terdampak Hujan Lebat:

Pegunungan & Sekitarnya: Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Temanggung, Magelang.

Solo Raya & Sekitarnya: Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Surakarta.

Pantura Timur & Tengah: Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang.

Lainnya: Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Slawi.

Baca Juga :  Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Catatan: Wilayah Brebes dan Tegal diprediksi mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang.

Perairan: Gelombang Tinggi Mengancam Pelayaran

 

Bahaya tidak hanya mengintai daratan. Di perairan Jawa Tengah, gelombang tinggi disertai hujan badai menjadi ancaman nyata bagi keselamatan navigasi.

 

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, memperingatkan risiko tinggi bagi seluruh jenis armada laut, mulai dari kapal nelayan, tongkang, tugboat, hingga kapal kargo besar.

 

Estimasi Ketinggian Gelombang:

Perairan Selatan Jawa Tengah: Mencapai 2,5 hingga 4,0 meter (Sangat Tinggi).

Baca Juga :  Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Perairan Utara Jawa Tengah: Mencapai 1,25 hingga 2,5 meter (Sedang).

 

“Kondisi ini cukup berisiko. Kami meminta warga yang beraktivitas di laut dan pesisir pantai untuk terus waspada terhadap gelombang tinggi yang disertai hujan badai,” tegas Sediyanto.

 

BMKG meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga operator pelayaran, untuk serius memperhatikan perubahan pola cuaca ini. Masyarakat diimbau untuk:

Menghindari pohon besar atau papan reklame saat terjadi angin kencang.

Membersihkan saluran air guna meminimalisir risiko banjir luapan.

Bagi nelayan, sebaiknya memantau update cuaca secara berkala sebelum melaut.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan
Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta
Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan
Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi
Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD
Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan

Kamis, 17 September 2026 - 08:44 WIB

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:59 WIB

Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD

Rabu, 16 September 2026 - 18:05 WIB

Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 

Berita Terbaru