LAMPUNG UTARA, RealitaPublik.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Lampung Utara menuai kritik tajam dari wali murid. Sejumlah orang tua siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Desa Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, mengeluhkan kualitas dan porsi makanan yang dianggap tidak sesuai standar gizi serta anggaran yang dialokasikan.
Polemik ini mencuat setelah sejumlah siswa menerima paket makanan tambahan yang dinilai tidak wajar dan berisiko bagi kesehatan anak-anak.
Salah satu wali murid, Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya saat mendapati isi paket MBG yang diterima anaknya pada Jumat (9/1/2026). Selain porsi yang sangat minim, ia menemukan buah yang dibagikan sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Anak saya kelas enam hanya menerima satu biji telur puyuh, satu biji sempol, sayur, dan satu buah salak. Yang lebih parah dan membuat kami marah, buah salaknya sudah busuk. Ini sangat tidak wajar untuk anggaran yang katanya Rp10 ribu per siswa,” tegas Ahmad kepada media, Sabtu (10/1/2026).
Senada dengan Ahmad, beberapa wali murid lainnya menyoroti adanya perubahan skema pemberian makanan. Jika sebelumnya siswa menerima nasi kotak lengkap, kini diganti dengan makanan kering yang diambil setiap minggu, namun kualitasnya justru menurun drastis.
Warga menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan dana di tingkat Sentra Pelayanan Penuh Gizi (SPPG) selaku penyelenggara. Mereka memperkirakan nilai menu yang diberikan saat ini tidak mencapai standar Rp10.000 per porsi.
“Kami tidak terima jika anak-anak kami diberikan makanan sisa atau buah busuk. Ini program Makan Bergizi Gratis, tujuannya untuk kesehatan anak, bukan malah membuat mereka sakit karena mengonsumsi buah yang sudah rusak,” tambah Ahmad dengan nada kecewa.
Para wali murid meminta Pemerintah Daerah Lampung Utara dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi terhadap pihak penyelenggara SPPG MBG di wilayah tersebut. Mereka khawatir jika praktik ini dibiarkan, citra program nasional Presiden Prabowo Subianto akan tercoreng oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
“Kami mengharapkan ketegasan pemerintah. Jangan sampai tujuan mulia untuk mencerdaskan generasi bangsa justru dirusak oleh pengelolaan yang syarat akan penyimpangan,” pungkas para wali murid.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala dapur maupun pengelola SPPG wilayah Kotabumi Selatan belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait temuan buah busuk dan keluhan porsi makanan tersebut.
Penulis : Rody Sandra







