Program MBG di MIN 1 Tuai Protes: Menu Tak Layak hingga Temuan Salak Busuk

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA, RealitaPublik.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Lampung Utara menuai kritik tajam dari wali murid. Sejumlah orang tua siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Desa Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, mengeluhkan kualitas dan porsi makanan yang dianggap tidak sesuai standar gizi serta anggaran yang dialokasikan.

 

Polemik ini mencuat setelah sejumlah siswa menerima paket makanan tambahan yang dinilai tidak wajar dan berisiko bagi kesehatan anak-anak.

 

Salah satu wali murid, Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya saat mendapati isi paket MBG yang diterima anaknya pada Jumat (9/1/2026). Selain porsi yang sangat minim, ia menemukan buah yang dibagikan sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  Kedepankan Dialog, Pertamina EP Adera Field Respons Aspirasi Ketenagakerjaan Masyarakat PALI

 

“Anak saya kelas enam hanya menerima satu biji telur puyuh, satu biji sempol, sayur, dan satu buah salak. Yang lebih parah dan membuat kami marah, buah salaknya sudah busuk. Ini sangat tidak wajar untuk anggaran yang katanya Rp10 ribu per siswa,” tegas Ahmad kepada media, Sabtu (10/1/2026).

 

Senada dengan Ahmad, beberapa wali murid lainnya menyoroti adanya perubahan skema pemberian makanan. Jika sebelumnya siswa menerima nasi kotak lengkap, kini diganti dengan makanan kering yang diambil setiap minggu, namun kualitasnya justru menurun drastis.

Baca Juga :  Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi: Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400, Dex Series Naik Signifikan

 

Warga menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan dana di tingkat Sentra Pelayanan Penuh Gizi (SPPG) selaku penyelenggara. Mereka memperkirakan nilai menu yang diberikan saat ini tidak mencapai standar Rp10.000 per porsi.

 

“Kami tidak terima jika anak-anak kami diberikan makanan sisa atau buah busuk. Ini program Makan Bergizi Gratis, tujuannya untuk kesehatan anak, bukan malah membuat mereka sakit karena mengonsumsi buah yang sudah rusak,” tambah Ahmad dengan nada kecewa.

 

Para wali murid meminta Pemerintah Daerah Lampung Utara dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi terhadap pihak penyelenggara SPPG MBG di wilayah tersebut. Mereka khawatir jika praktik ini dibiarkan, citra program nasional Presiden Prabowo Subianto akan tercoreng oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

 

“Kami mengharapkan ketegasan pemerintah. Jangan sampai tujuan mulia untuk mencerdaskan generasi bangsa justru dirusak oleh pengelolaan yang syarat akan penyimpangan,” pungkas para wali murid.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala dapur maupun pengelola SPPG wilayah Kotabumi Selatan belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait temuan buah busuk dan keluhan porsi makanan tersebut.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Berita Terbaru