Soal Proyek Jalan “Siluman” Kades Mekar Asri Buka Suara Sebut Dana Dibawa Kabur Tukang

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pengerjaan jalan Lapen di Desa Mekar Asri yang baru dilanjutkan pada Januari 2026. (Foto: Rody Sandra/RealitaPublik)

i

Kondisi pengerjaan jalan Lapen di Desa Mekar Asri yang baru dilanjutkan pada Januari 2026. (Foto: Rody Sandra/RealitaPublik)

LAMPUNG UTARA, RealitaPublik.id — Proyek pembangunan jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Mekar Asri, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara, yang sebelumnya disorot warga karena tidak memasang papan informasi, akhirnya mendapat penjelasan dari pihak pemerintah desa.

 

Ketiadaan papan proyek hingga Selasa (6/1/2026) tersebut sempat memicu dugaan adanya “proyek siluman” dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

 

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Desa Mekar Asri memberikan klarifikasi resmi pada Sabtu (10/1/2026). Ia membenarkan adanya keterlambatan pengerjaan fisik yang seharusnya tuntas di tahun anggaran sebelumnya.

Baca Juga :  Cegah Kepunahan Sejarah, LSPB Dorong Dokumentasi Tradisi Lisan Curahsuri

 

Menurut Kades, kendala utama disebabkan oleh oknum tukang atau pemborong bernama Wagimin yang diduga membawa kabur dana pembangunan jalan tersebut.

 

“Benar baru dikerjakan sekarang karena uangnya dibawa kabur oleh tukang saya bernama Wagimin. Dia membawa dana untuk membangun jalan Lapen itu, makanya pekerjaan baru bisa dilanjutkan dan menyeberang ke tahun 2026 ini,” jelas Kades Mekar Asri saat dikonfirmasi via telepon.

 

Ia menambahkan bahwa Wagimin diduga juga membawa kabur uang proyek dari empat desa lainnya. “Kami sudah berusaha mencari, bahkan nomor ponselnya masih aktif tapi tidak pernah diangkat saat dihubungi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Maknai Hari Santri, Ahmad Abrori: Perjuangan untuk Memerdekakan Warga dari Kemiskinan

 

Demi mempertanggungjawabkan pembangunan di desanya, Kades mengaku terpaksa mencari dana talangan agar akses jalan warga tetap bisa terbangun meski anggaran semula telah raib.

 

“Saya terpaksa mencari pinjaman uang dulu untuk membangun jalan Lapen tersebut karena saya harus bertanggung jawab agar pekerjaan ini selesai,” tegasnya.

 

Terkait papan informasi proyek yang tidak terlihat di lokasi, Kades membantah sengaja menutup-nutupi informasi. Ia menyatakan bahwa papan tersebut sudah ada dan siap dipasang atau diperlihatkan kepada pihak-pihak yang ingin melakukan pengawasan. “Papan konfirmasinya ada, nanti jika ke lokasi lagi kita bisa lihat bersama-sama,” tambahnya.

Baca Juga :  Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

 

Meski alasan teknis telah disampaikan, pengerjaan proyek tahun anggaran sebelumnya yang baru dilaksanakan pada Januari 2026 tetap menjadi perhatian pengamat kebijakan publik. Hal ini dinilai memerlukan evaluasi dari pihak Inspektorat maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran desa.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Sungkai Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan terhadap proyek jalan di Desa Mekar Asri tersebut.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Berita Terbaru