MALANG realitapublik.id – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) sukses menggelar agenda akbar bertajuk “Inkulturasi dan Perayaan Natal Bersama” di Hotel Atria, Malang, Jumat (9/1/2026). Melalui momentum ini, ribuan pemuda NTT yang menempuh studi dan berkarier di tanah rantau diajak untuk melakukan konsolidasi besar-besaran guna memperkuat solidaritas serta menyelaraskan visi pembangunan daerah asal.
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat persaudaraan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, termasuk Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, S.T., dan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T.
Dalam sambutannya, Florida Taty Satyawati menegaskan bahwa pemerintah provinsi kini memandang diaspora bukan sekadar warga yang tinggal di luar daerah, melainkan mitra strategis. Kolaborasi dengan pemuda NTT di seluruh Indonesia merupakan program prioritas Gubernur NTT untuk mempercepat transformasi daerah.
“Pertemuan diaspora NTT se-Indonesia dan dunia telah kami mulai di Kupang pada Desember lalu dan ini akan menjadi agenda tahunan. Kami ingin pemuda NTT di rantau menjadi pelita yang tidak hanya menerangi tempat mereka berpijak, tetapi juga membawa cahaya pulang ke kampung halaman,” ujar Florida.
Ia juga menekankan bahwa tema Natal tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sangat relevan dengan perjuangan para mahasiswa yang merantau demi mengangkat harkat dan derajat keluarga di NTT.
Kehadiran Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memberikan warna tersendiri dalam acara ini. Ia membawa kabar baik mengenai Visi Sumba sebagai Masa depan pariwisata Indonesia dan penguatan konektivitas melalui penerbangan perdana Batik Air rute Denpasar–Tambolaka, yang diyakini akan menjadi game changer bagi ekonomi dan pariwisata Sumba.
Dalam pidatonya ia menegaskan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemkab Sumba Barat Daya berkomitmen penuh membiayai Bea Siswa pendidikan anak daerah hingga jenjang tertinggi.
Bupati Sumba Barat Daya mengatakan bahwa untuk Target Pendidikan akan Mencetak 100 Magister (S-2) dan 10 Doktor (S-3) dalam lima tahun ke depan.
Beasiswa Khusus itu diprioritas pada sektor kedokteran dan tenaga ahli pendukung pariwisata.
“Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo adalah masa kini, dan Sumba adalah masa depan Indonesia. Untuk mengelola masa depan itu, kami butuh anak-anak muda yang hari ini ada di Malang untuk pulang membawa ilmu dan keahlian,” tegas Ratu Ngadu Bonu Wulla.
“Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang” Ujarnya.
Ketua DPP FP NTT, Yohanes Hiba Ndale, dan Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, sepakat bahwa konsolidasi ini adalah langkah nyata untuk menjaga citra positif masyarakat NTT di Jawa Timur.
Melalui filosofi “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang”, Forum Pemuda NTT berkomitmen Mempererat komunikasi antar-organisasi kepemudaan agar perselisihan dapat diredam sejak dini.
Membuktikan bahwa pemuda NTT adalah entitas yang intelek, berbudaya, dan taat hukum dan Menjadikan FP NTT sebagai wadah bagi mahasiswa baru agar tidak merasa asing dan tetap terarah dalam koridor akademik.
Acara puncaknya adalah talkshow inspiratif yang membahas tantangan mahasiswa pendatang dalam beradaptasi di Malang Raya. Para akademisi dari Universitas Merdeka Malang bersama para tokoh daerah memberikan wawasan mengenai pentingnya adaptasi budaya tanpa kehilangan identitas asli.
Forum ini ditutup dengan komitmen bersama bahwa perayaan Natal ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan tonggak awal bagi pergerakan pemuda NTT yang lebih terorganisir, cerdas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur di masa depan.
Penulis : Bil







