Siswa SD 01 Kedungwuni Pekalongan Alami Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan realitapublik.id – Untuk kesekian kalinya insiden dugaan keracunan terjadi. Kali ini terjadi di SD Negeri 01 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Sebanyak kurang lebih 15 siswa sekolah ini dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu program MBG (Makan Bergizi Gratis), pada Selasa, 13 Januari 2026. Insiden tersebut langsung mendapat perhatian serta penanganan dari pihak sekolah dan instansi terkait”

 

Siswa yang alami mual dan muntah langsung ditangani dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat ,sembilan orang dibawa ke Puskesmas Kedungwuni I, sementara enam siswa lainnya dibawa ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

 

Masalah tersebut kini masih dalam penanganan aparat dinas kesehatan setempat’kemudian dilanjutkan pemeriksaan untuk memastikan penyebab insiden tersebut, termasuk makanan yang dikonsumsi oleh para siswa akan diuji melalui uji laboratorium.

Baca Juga :  7 Tahun Buron, Pulan Wonda Akhirnya Dibekuk: Satgas Cartenz Tegakkan Hukum Profesional dan Transparan

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 01 Kedungwuni, Deddy Ardiansyah, menjelaskan bahwa gejala awal muncul pada lima hingga enam siswa kelas IV sebelum akhirnya bertambah lagi ”

 

“Awalnya ada lima, enam anak yang mual, muntah. Setelah itu ada susulan. Total sama susulan 15” kata Deddy Ardiansyah dalam keterangannya.

 

Tindak lanjut untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan, pihak Puskesmas Kedungwuni I mengambil sampel makanan MBG dan sisa muntahan siswa. Sampel tersebut dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pekalongan dan selanjutnya diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Tengah.

 

Seluruh makanan yang disajikan itu disuplay oleh Satuan pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Kedungwuni Timur. Menu MBG yang disajikan pada hari kejadian terdiri atas bakmi goreng Jawa, telur ceplok, tahu goreng, lalapan timun, serta buah anggur.

Baca Juga :  Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

 

Kepala SPPG Kedungwuni Timur, Mochamad Idhar Khaerul, membenarkan adanya laporan dugaan mi dalam kondisi tidak layak konsumsi. Ia mengaku langsung melakukan pengecekan ke sekolah.

 

“Saya cek itu teksturnya tidak lengket, tapi rasanya asem. Kalau makanan basi biasanya lengket dan berlendir. Ini tidak, masih utuh, empuk, tapi rasanya asem,” jelasnya.

 

Idhar memaparkan proses pengolahan makanan dimulai sejak pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Selanjutnya dilakukan quality control dan pemeriksaan gizi pada pukul 05.30 WIB sebelum makanan didistribusikan sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.

 

Setelah menerima adanya laporan siswa yang mengalami muntah, pihak SPPG langsung mengerahkan tim lapangan untuk memantau kondisi siswa di fasilitas kesehatan”

Baca Juga :  Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama

 

“Saya langsung perintahkan asisten lapangan ke puskesmas, habis itu ke rumah sakit,” katanya.

 

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pekalongan, Nauf, menyatakan bahwa kejadian tersebut masih dikategorikan sebagai kejadian menonjol dan belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

 

“Ini masih dugaan karena harus ada pengecekan terlebih dahulu. Kalau KLB itu yang menentukan pemerintah daerah,” ujarnya.

 

Para orang tua siswa berharap kejadian ini tidak terulang lagi ,karena khawatir terjadi insiden fatal hingga nyawa tidak terselamatkan. Oleh karena itu diharapkan pihak terkait bener bener melakukan peningkatan pengawasan dan kontrol terhadap menu sebelum disajikan untuk para siswa disekolah.(*)

 

Pewarta : Feri elEka S

Editor : Red

Berita Terkait

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Berita Terbaru