Baru Seumur Jagung, Proyek Jalan Lapen Senilai Rp310 Juta di Desa Cempaka Sudah Rusak Parah

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan Lapen yang sudah hancur meski baru berusia beberapa bulan. (Foto: Rody Sandra/RealitaPublik)

Kondisi jalan Lapen yang sudah hancur meski baru berusia beberapa bulan. (Foto: Rody Sandra/RealitaPublik)

LAMPUNG UTARA, RealitaPublik.id — Kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan tajam. Proyek jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, yang baru selesai dibangun beberapa bulan lalu, kini kondisinya sudah rusak parah dan hancur di berbagai titik, Rabu (14/1/2026).

 

Kerusakan jalan yang tergolong sangat cepat ini memicu kecurigaan publik terkait adanya dugaan pengurangan volume material serta pengerjaan yang asal-asalan demi mengejar keuntungan semata.

 

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan jalan Lapen ini terletak di Dusun 1 dan Dusun 3 dengan rincian sebagai berikut:

Baca Juga :  Guru dan Ribuan Siswa SMAN 1 Tengaran Kompak Jalan Kaki dalam Aksi "Sehari Tanpa Asap Kendaraan"

Sumber Dana: Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.

Volume: 756,00 x 2,50 Meter.

Total Biaya: Rp310.465.000,-

Dengan anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah, warga sangat menyayangkan kondisi jalan yang sudah hancur meski baru berusia sekitar 5 hingga 6 bulan. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya uang negara yang dikucurkan.

 

Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi ke Kantor Desa Cempaka pada Rabu siang, Kepala Desa maupun Sekretaris Desa (Sekdes) tidak berada di tempat. Namun, salah seorang staf kantor desa memberikan keterangan bahwa proyek tersebut sebenarnya sudah melalui proses serah terima.

Baca Juga :  Kudus Berstatus KLB: 600 Siswa SMAN 2 Diduga Keracunan Program MBG, 118 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

 

“Setahu saya pekerjaan itu sudah selesai sekitar 5 atau 6 bulan lalu dan pihak kecamatan sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta serah terima,” ujar staf yang enggan disebutkan namanya.

 

Ia berdalih, kerusakan tersebut kemungkinan dipicu oleh kendaraan bermuatan melebihi kapasitas yang melintas di luar pengawasan desa. “Dulu sempat ditutup, tapi kalau tengah malam ada mobil muatan lewat, kami tidak tahu. Kalau tahu pasti kami larang,” tambahnya.

 

Mengingat proyek ini telah dinyatakan selesai melalui proses Monev oleh pihak Kecamatan Sungkai Jaya, muncul tanda tanya besar mengenai standar pengawasan yang dilakukan. Jika pengawasan dilakukan secara ketat sesuai spesifikasi teknis, jalan tersebut seharusnya memiliki daya tahan yang lebih lama.

Baca Juga :  Wujud Solidaritas: LSM HARIMAU DPC Kota Pekalongan Salurkan Bantuan di Titik Pengungsian Banjir

 

Kondisi lapangan yang menunjukkan aspal mengelupas dan batu yang mulai berhamburan menjadi bukti kuat bahwa pengerjaan diduga kuat tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengerjaan jalan Lapen.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Cempaka maupun pihak Kecamatan Sungkai Jaya belum memberikan penjelasan resmi meski tim media telah berupaya meminta klarifikasi lebih lanjut.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Ansyori Sabak Terpilih Aklamasi Pimpin KONI 2026–2030
Dorong Ekonomi Lokal dan Disiplin Siswa, Pemkab Tubaba Luncurkan Menu MBG Daging Kambing
KOMPPPAK Sukses Kawal Aspirasi: Jasa Tirta I Resmi Gratiskan Portal Lahor bagi Warga Lokal dan Pelajar
Wabup Romli Lantik Sekda dan Dua Kepala OPD: “ASN Jangan Bekerja Setengah Hati”
Teror Pinjaman Berdarah di Wagir: Oknum Rentenir Diduga Ancam Habisi Nyawa Satu Keluarga
Kawal Program MBG Presiden Prabowo, Satgas Tubaba Sidak Dua Dapur SPPG Panaragan Jaya
Tiga Pekan Terendam Banjir Setinggi Dada, Ratusan Warga Tirto Geruduk Jalur Pantura Pekalongan
Laka Kerja di Sungai Sambong: Pekerja Kapal Terjepit Kipas dan Hilang Terseret Arus Deras
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:23 WIB

Ansyori Sabak Terpilih Aklamasi Pimpin KONI 2026–2030

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:47 WIB

Dorong Ekonomi Lokal dan Disiplin Siswa, Pemkab Tubaba Luncurkan Menu MBG Daging Kambing

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:54 WIB

KOMPPPAK Sukses Kawal Aspirasi: Jasa Tirta I Resmi Gratiskan Portal Lahor bagi Warga Lokal dan Pelajar

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:04 WIB

Wabup Romli Lantik Sekda dan Dua Kepala OPD: “ASN Jangan Bekerja Setengah Hati”

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42 WIB

Teror Pinjaman Berdarah di Wagir: Oknum Rentenir Diduga Ancam Habisi Nyawa Satu Keluarga

Senin, 9 Februari 2026 - 17:41 WIB

Tiga Pekan Terendam Banjir Setinggi Dada, Ratusan Warga Tirto Geruduk Jalur Pantura Pekalongan

Senin, 9 Februari 2026 - 17:14 WIB

Laka Kerja di Sungai Sambong: Pekerja Kapal Terjepit Kipas dan Hilang Terseret Arus Deras

Senin, 9 Februari 2026 - 11:23 WIB

Polemik Kios Pasar Besar: Disperindag Ungkap Pedagang Tunggak Retribusi Sejak 2018, Status “Buku Kuning” Bukan Bukti Milik

Berita Terbaru

Berita

Ansyori Sabak Terpilih Aklamasi Pimpin KONI 2026–2030

Selasa, 10 Feb 2026 - 20:23 WIB