LAMPUNG UTARA, Realitapublik.id — Proyek pembangunan jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) di Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, kini kondisinya rusak parah. Kerusakan diduga kuat akibat diterjang kendaraan truk roda empat bermuatan berat yang melintas pada malam hari.
Padahal, jalan tersebut baru saja selesai dibangun menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 dan belum layak untuk dilintasi kendaraan dengan beban tonase besar.
Kepala Desa Cempaka, H. Puspa Dewi, S.E., melalui Sekdes Baltoni, memberikan klarifikasi terkait kerusakan tersebut pada Senin (19/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kendaraan terpaksa melewati jalan baru itu karena tidak adanya jalan alternatif saat masyarakat setempat sedang mengadakan acara hajatan yang menutup akses lain.
“Kondisi jalan sebenarnya belum layak dilintasi kendaraan berat. Sayangnya, truk-truk tersebut melintas di tengah malam tanpa koordinasi. Jika kami tahu, tentu tidak akan kami izinkan melintas demi menjaga keutuhan jalan,” ujar Baltoni.
Hal senada diungkapkan oleh Kasi Pembangunan Desa Cempaka, Fatli. Ia membenarkan bahwa pengerjaan fisik jalan tersebut rusak di beberapa titik akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas (over tonase).
Salah satu warga setempat, Edi Rianto, bersaksi bahwa truk-truk bermuatan berat tersebut mengambil celah melintas saat kondisi malam hari.
“Mereka melintas saat malam hari, bertepatan dengan warga yang sedang ada acara. Karena bebannya melebihi kapasitas jalan, lapen yang masih baru itu langsung rusak,” ungkap Edi.
Detail Proyek Jalan Lapen Desa Cempaka:
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, berikut adalah rincian data pembangunan jalan tersebut:
Lokasi: Dusun 1 dan Dusun 3, Desa Cempaka.
Sumber Dana: Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.
Volume: 756,00 x 2,50 Meter.
Total Biaya: Rp310.465.000,-
Pihak Pemerintah Desa Cempaka menyayangkan kurangnya kesadaran para pengguna kendaraan berat yang melintas tanpa memikirkan daya tahan jalan desa. Ke depan, pengawasan terhadap akses jalan yang baru dibangun akan lebih diperketat, terutama pada jam-jam rawan di malam hari, guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
Penulis : Rody Sandra







