PEKALONGAN, Realitapublik.id — Dapur Umum LSM Pejuang 24 mengambil langkah mengejutkan dengan mengembalikan bantuan logistik dari BPBD Kota Pekalongan, Selasa (27/1/2026). Keputusan ini merupakan bentuk protes atas minimnya jumlah bantuan yang diberikan, yang dinilai jauh dari kebutuhan riil warga terdampak banjir di lapangan.
Pengembalian bantuan dilakukan secara langsung ke Kantor BPBD Kota Pekalongan oleh Humas LSM Pejuang 24, Bang Kirun. Adapun bantuan yang dikembalikan meliputi 2 dus mi instan, 15 kilogram beras, dan 1 kilogram telur.
Ketua LSM Pejuang 24, Teguh Hadi Santoso, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penolakan, melainkan kritik konstruktif terhadap standar penanganan bencana oleh pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan logistik seharusnya menjadi daya dukung nyata, bukan sekadar simbolitas administratif.
“Bantuan tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus selaras dengan skala kebutuhan di lapangan. Ketika bantuan yang diberikan sangat minim sementara dapur umum melayani ratusan warga di Pasirkratonkramat, maka realitas kemanusiaan justru terdistorsi,” tegas Teguh.
Selain mengembalikan fisik logistik, pihak LSM Pejuang 24 juga melakukan aksi simbolis dengan mencoret formulir bantuan dari BPBD. Langkah ini diambil karena secara fungsional bantuan tersebut dianggap tidak layak dicatat sebagai dukungan resmi dalam kondisi darurat yang masif.
“Kami memandang bantuan sebagai instrumen tanggung jawab publik. Mengembalikan bantuan ini adalah sikap jujur kami agar kebijakan kemanusiaan tetap rasional. Kita tidak ingin terjebak pada formalitas administratif sementara rakyat masih membutuhkan kebermanfaatan nyata,” ujar Bang Kirun saat menyerahkan kembali bantuan tersebut.
LSM Pejuang 24 berharap tindakan ini menjadi bahan evaluasi bagi BPBD Kota Pekalongan dalam mengalokasikan logistik kedepannya. Mereka menuntut keberanian pemerintah untuk melakukan evaluasi terbuka terhadap kecukupan stok logistik agar penanganan banjir tidak hanya terlihat rapi di atas kertas, namun benar-benar mencukupi di meja-meja dapur umum warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak LSM Pejuang 24 menyatakan tetap akan melanjutkan operasional dapur umum secara mandiri melalui swadaya masyarakat dan donatur lain demi memastikan warga terdampak tetap mendapatkan asupan pangan yang layak.
Penulis : Wagiyono







