Musrenbang Kelurahan Karanganyar 2026 Fokus pada Solusi Banjir dan Peningkatan Skill Kerja

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

KOTA PASURUAN realitapublik.id — Pemerintah Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Tahun 2026 untuk RKPD Tahun 2027. Forum yang digelar di balai kelurahan pada Selasa (27/1/2026) malam ini menjadi panggung bagi 60 perwakilan warga untuk merumuskan arah pembangunan masa depan wilayah mereka.

 

Acara ini dihadiri oleh Lurah Karanganyar, Rafli, serta tim teknis dari Bappeda, Dinas Koperasi & Tenaga Kerja, Dinas Perkim, Dinas Sosial, dan Puskesmas Karanganyar.

 

Masalah klasik genangan air masih menjadi prioritas utama usulan warga. Mayoritas usulan fisik didominasi oleh:

Normalisasi Saluran: Perbaikan drainase di berbagai titik rawan.

Baca Juga :  Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel

Pemasangan U-Ditch: Penggunaan beton pracetak U-Ditch untuk memastikan aliran air lebih lancar dan permanen.

Kepastian Proyek: Pembangunan drainase di RT 03 RW 05 sepanjang 100 meter dipastikan masuk kembali dalam rencana pembangunan setelah sempat terkendala efisiensi anggaran.

 

Wahyu Setiawan dari Bappeda memaparkan solusi konkret Pemkot Pasuruan untuk menekan angka pengangguran. Warga Karanganyar didorong untuk memanfaatkan berbagai program sertifikasi gratis, antara lain Pelatihan Satpam (Gada Pratama), K3 Umum & Sertifikasi Spa, Menjahit & Tata Kecantikan Kulit, serta Program Padat Karya: Peluang kerja jangka pendek untuk pembersihan fasilitas umum khusus bagi warga ber-KTP Kota Pasuruan.

Baca Juga :  Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

Menanggapi keluhan terkait data bantuan sosial (Bansos) yang sering tidak tepat sasaran atau masih mencantumkan warga yang sudah meninggal, Dinas Sosial memberikan panduan tegas:

Akte Kematian adalah Kunci: Keluarga wajib segera mengurus akte kematian agar sistem menghapus data penerima secara otomatis.

Aplikasi “Cek Bansos”: Ketua RT/RW dan warga diminta aktif melakukan sanggahan atau laporan jika ada penerima yang sudah mampu atau salah sasaran.

Layanan Shelter: Tersedia fasilitas shelter gratis di Ketaping dan selatan SMP 9 bagi warga terlantar atau yang membutuhkan perlindungan darurat.

Baca Juga :  HUT ke-17 Tubaba: Pemkab Gebrak Sektor Kesehatan Lewat Program "Tubaba Q Sehat Home Care"

 

Dalam sesi diskusi, warga mengkritik bekas galian proyek PDAM yang pengerjaannya dinilai tidak rapi saat pengembalian kondisi aspal/jalan. Menanggapi hal ini, Lurah Karanganyar memberikan jaminan tindak lanjut.

 

“Untuk pemeliharaan yang sifatnya ringan akan segera kami koordinasikan dan tindaklanjuti. Sementara untuk usulan fisik berskala besar, akan kami kawal melalui mekanisme Musrenbang secara berjenjang hingga tingkat kota,” tegas Lurah Rafli.

 

Ia menambahkan, melalui Musrenbangkel ini, Pemerintah Kelurahan Karanganyar berkomitmen agar rencana pembangunan tahun 2027 tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Penulis : Saichu

Berita Terkait

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh

Berita Terbaru