SURABAYA, Realitapublik.id — Iklim persaudaraan antarperguruan pencak silat di Jawa Timur memasuki babak baru. Sebanyak sepuluh perguruan pencak silat yang bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur resmi menandatangani Deklarasi Damai Perguruan Pencak Silat Jawa Timur di Kantor Persinas ASAD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (31/01/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD) ini menjadi tonggak sejarah untuk memperkuat stabilitas keamanan dan sportivitas di wilayah Jawa Timur.
Deklarasi ini dihadiri oleh para pimpinan puncak dari sepuluh perguruan pencak silat lintas organisasi, antara lain:
Persinas ASAD
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri
Pagar Nusa (PN)
Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP)
PPS Betako Merpati Putih
IKSPI Kera Sakti
Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)
Persaudaraan Setia Muda (PSM)
Seluruh perguruan sepakat untuk menolak segala bentuk kekerasan, menyelesaikan perbedaan secara dewasa, serta menjaga kehormatan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Ketua Persinas ASAD Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. H. Dedid Cahya Happyanto, M.T., menyatakan rasa bangganya atas kesadaran kolektif para pimpinan perguruan. Menurutnya, pencak silat harus kembali ke marwahnya sebagai sarana pembentukan karakter.
“Ini adalah bukti tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan. Pencak silat bukan hanya soal kemampuan fisik atau bela diri, tetapi tentang persaudaraan, etika, dan memberikan keteladanan positif bagi masyarakat,” ungkap Prof. Dedid.
Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis ini. Pemerintah berharap semangat damai yang diteken di tingkat provinsi dapat terimplementasi secara nyata hingga ke tingkat akar rumput (anggota di daerah).
Kehadiran unsur pemerintah menegaskan bahwa kondusivitas insan pencak silat adalah salah satu kunci stabilitas keamanan di Jawa Timur. Dengan adanya deklarasi ini, pencak silat diharapkan murni menjadi sarana pembinaan prestasi yang memberikan kontribusi positif bagi keharmonisan sosial.
Penulis : Fe







